Pencarian

Gen Z Tak Lagi Ucap "Halo" saat Angkat Telepon, Survei YouGov Ungkap Alasannya

Senin, 14 September 2026 • 10:32:01 WIB
Gen Z Tak Lagi Ucap
Gen Z cenderung menjawab panggilan telepon tanpa sapaan "Halo", menurut laporan The New York Times dan survei YouGov.

BALI — Anggota Gen Z menghabiskan rata-rata lebih dari enam jam sehari menatap layar ponsel. Tetap saja, mengangkat panggilan telepon dengan sapaan "Halo" bukan lagi refleks otomatis bagi mereka.

Laporan The New York Times yang dikutip The Guardian mengungkap bahwa generasi ini cenderung menjawab dengan "Hai", "Apa kabar", atau sekadar "Ya?" saat menerima panggilan. Sebagian bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Data YouGov: 40 Persen Anggap Wajar Tanpa Sapaan

Survei YouGov di Inggris pada 2025 memperkuat temuan tersebut. Dari responden usia 18-24 tahun, 40 persen menilai menjawab telepon tanpa sapaan apa pun adalah hal yang wajar.

Angka itu jauh di atas kelompok usia lain. Bagi generasi pendahulu, "Halo" sudah menjadi etiket baku sejak telepon ditemukan Alexander Graham Bell pada 1876.

Thomas Alva Edison yang kemudian memilih "Halo" sebagai sapaan standar. Alasannya praktis: kata itu netral terhadap waktu, berbeda dari "selamat pagi" atau "selamat malam" yang tidak relevan ketika panggilan melintasi zona waktu.

Mengapa Chat Mengubah Cara Gen Z Menjawab Telepon

Percakapan sehari-hari Gen Z sudah berlangsung lebih dulu lewat pesan teks, DM media sosial, dan email. Panggilan telepon hanya kelanjutan dari percakapan yang sudah berjalan.

Karena itu, panggilan tidak lagi butuh pembuka formal. Fitur caller ID di layar ponsel juga membuat mereka sudah tahu siapa yang menelepon sebelum mengangkat.

Sejumlah perekrut melaporkan pengalaman serupa. Satu perekrut di TikTok mengaku bingung karena kandidat Gen Z mengangkat telepon tanpa bicara sama sekali.

"Saya baru saja mengetahui bahwa Generasi Z tidak benar-benar menjawab telepon saat mereka mengangkat telepon. Menurut saya, hal ini sangat aneh dan canggung," ujarnya, dikutip Fast Company, Rabu (9/9).

Beberapa kandidat hanya menghembuskan napas dan menunggu penelepon bicara lebih dulu. Perekrut mengaku bisa mendengar suara napas mereka dan suara di belakangnya.

Faktor Penipuan AI di Balik Kebiasaan Diam

Alasan lain lebih serius: maraknya penipuan telepon. Studi 2024 menunjukkan hampir seperempat Gen Z tidak repot menjawab panggilan masuk karena khawatir modus penipuan.

Penipu kini bisa mengkloning suara dengan AI hanya dari satu sapaan singkat. Suara tiruan itu lalu dipakai memeras uang dari orang terdekat korban.

Sejumlah pengguna TikTok mengaku sengaja menahan diri bicara lebih dulu. Salah satunya menyebut bot penipu otomatis menutup panggilan bila tidak mendengar kata "Halo" dalam tiga detik pertama.

"Ada kasus di mana sekadar mengucapkan 'halo' atau nama Anda bisa membuat AI meniru suara Anda untuk para peretas; ini bukan karena kami tidak tahu cara menjawab telepon," tulis akun TikTok lain.

Menahan sapaan sampai yakin penelepon tidak mencurigakan dinilai lebih aman. Kebiasaan ini kemungkinan bertahan selama penipuan berbasis AI masih marak di Indonesia dan pasar lain.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks