BALI — Pemerintah Malaysia menaikkan harga bensin nonsubsidi RON 97 dan RON 95 sebesar 35 sen per liter untuk periode 17-23 September 2026. Kenaikan ini dipicu harga minyak mentah Brent yang menembus US$ 100 per barel akibat ketegangan di Asia Barat. Bagi pemilik kendaraan diesel, harga solar tanpa subsidi ikut naik menjadi RM 5,27 per liter.
Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi melalui Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM). Keputusan ini berlaku untuk periode 17-23 September 2026 dan mencakup tiga jenis bahan bakar utama di pasar Malaysia.
Kenaikan sebesar 35 sen per liter ini menempatkan RON 97 di harga RM 4,85 per liter. Sementara RON 95 tanpa subsidi naik menjadi RM 4,37 per liter, dan solar nonsubsidi menjadi RM 5,27 per liter.
MOF menyebut ketegangan di Asia Barat sebagai faktor utama lonjakan harga. Konflik yang telah memasuki hari ke-200 memicu serangan terhadap sejumlah kapal tanker di kawasan Selat Hormuz.
"Iran telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran, sementara serangan juga meluas ke Yaman dan infrastruktur energi Arab Saudi," demikian pernyataan MOF seperti dikutip Malay Mail.
Dampaknya, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun ke level satu digit. Situasi makin rumit setelah serangan pesawat tak berawak memaksa penghentian sementara operasi di Jalur Pipa Timur-Barat Arab Saudi, salah satu rute utama penghindar Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent pun kembali menembus US$ 100 per barel, bahkan mendekati US$ 110 per barel selama periode perhitungan APM. Gangguan kapasitas penyulingan di Rusia dan kendala pasokan minyak mentah turut menahan produksi minyak olahan, menjaga margin penyulingan tetap tinggi.
Pemerintah Malaysia memastikan program subsidi BUDI Madani tetap berjalan untuk melindungi konsumen yang memenuhi syarat. Melalui BUDI95, penerima manfaat tetap membeli RON 95 seharga RM 1,99 per liter.
Pemerintah menanggung selisih subsidi RM 2,38 per liter, atau sekitar 54% dari harga tanpa subsidi yang mencapai RM 4,37. Untuk penerima BUDI Diesel, harga yang dibayar tetap RM 2,10 per liter, dengan subsidi pemerintah RM 3,17 per liter atau sekitar 60% dari harga nonsubsidi RM 5,27.
Mulai 1 September 2026, batas subsidi bulanan BUDI95 dan BUDI Diesel dinaikkan menjadi 300 liter. Pemilik truk pikap dan jip diesel yang memenuhi syarat mendapat tambahan kuota 100 liter, sehingga totalnya menjadi 400 liter per bulan.
MOF memperkirakan ketegangan di Asia Barat dan konflik Rusia-Ukraina dapat memicu volatilitas harga minyak global berkepanjangan. Pemerintah Malaysia menyatakan akan terus mengambil pendekatan bijaksana untuk melindungi rakyat dari fluktuasi harga sekaligus menjaga pasokan bahan bakar nasional tetap aman.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Malaysia ini terjadi di tengah tekanan global yang sama juga dirasakan sejumlah negara importir minyak, termasuk Indonesia yang masih menyesuaikan harga Pertamina secara berkala mengikuti pergerakan harga minyak dunia.