Skorlupa, Kapal Drone Rusia Berbahan Kayu Lapis Rp Setara Seperlima Naval Drone

Penulis: Yanto Prasetya  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:33:31 WIB

BALI — Pusat Riset dan Produksi Ushkuynik Rusia memperkenalkan Skorlupa, kapal tanpa awak berbahan kayu lapis tahan air yang bisa dirakit dalam empat jam. Sepuluh lambung kapal dalam kondisi terurai muat dalam satu van GAZelle, dengan jangkauan 200 km dan muatan hingga 250 kg. Skorlupa dirancang sebagai alternatif murah bagi drone laut konvensional, dengan biaya produksi sekitar seperlima harga normal.

Perakitan satu lambung diklaim hanya butuh sekitar empat jam dengan obeng biasa. Chadayev menyampaikan hal ini dalam wawancara dengan harian pemerintah Rusia, Rossiyskaya Gazeta, yang terbit 8 September seputar International Technological Congress 2026.

Spesifikasi Utama Skorlupa

  • Material lambung: kayu lapis tahan air
  • Jangkauan: hingga 200 km
  • Muatan: hingga 250 kg
  • Modul komunikasi: hingga empat unit
  • Kapasitas drone: hingga empat drone fiber-optic
  • Waktu perakitan: sekitar empat jam dengan obeng tanpa kabel
  • Pengiriman: sepuluh unit terurai dalam satu van GAZelle

Fitur Unggulan: Murah dan Anti-Jamming

Skorlupa diposisikan sebagai solusi berbiaya rendah di tengah perang Rusia-Ukraina yang memasuki tahun kelima. Chadayev mengklaim kapal ini bisa diproduksi di pabrik furnitur mana pun dan harganya sekitar seperlima dari drone laut konvensional.

Kendali kapal menggunakan kabel fiber-optic fisik, bukan sinyal nirkabel. Konsekuensinya, Skorlupa kebal terhadap jamming elektromagnetik dan tetap bisa beroperasi di area yang sinyalnya terputus. Drone yang dibawanya juga tidak memancarkan sinyal, sehingga sulit dideteksi dan dilawan.

Skorlupa bisa dipakai dalam dua mode. Pertama, sebagai platform serangan sekali pakai yang membawa bahan peledak ke lambung kapal target. Kedua, sebagai kapal induk yang membawa empat drone udara fiber-optic di bawah lapisan dek yang bisa terbuka sesuai perintah.

Harga dan Ketersediaan

Ushkuynik belum mengumumkan harga satuan resmi Skorlupa. Yang disebut hanya klaim bahwa biaya produksinya sekitar seperlima drone laut konvensional. Kapal ini juga belum masuk jalur produksi massal yang dikonfirmasi secara publik.

Chadayev menegaskan Skorlupa bisa dibuat di pabrik furnitur mana pun, sehingga rantai produksinya tidak bergantung pada fasilitas industri pertahanan khusus. Klaim ini yang menjadi nilai jual utama kapal tersebut.

Posisi di Medan Perang Asimetris

Perang Rusia-Ukraina mendorong kedua pihak mengembangkan drone dan kendaraan otonom untuk menekan biaya sekaligus mengurangi risiko personel. Ukraina menempuh jalur serupa lewat pemasangan kit kendali jarak jauh pada Humvee dan Operation Spiderweb, yang meluncurkan serangan dari dalam wilayah Rusia dan menimbulkan kerugian hingga miliaran dolar.

Menurut Chadayev, Skorlupa memberi Rusia kemampuan serupa di domain laut. "Dengan Skorlupa seperti ini, Anda bisa menghancurkan pelabuhan mana pun tanpa rudal," ujarnya dalam wawancara tersebut.

Drone KVN buatan Rusia yang juga memakai kabel fiber-optic sudah diproduksi dalam jumlah jutaan unit. Basis produksi itu membuat pasokan USV semacam Skorlupa lebih mudah dipenuhi jika dibutuhkan dalam volume besar.

Skorlupa paling relevan bagi operator yang butuh platform serang murah dan tahan gangguan sinyal, bukan bagi yang mengutamakan kecepatan atau kemampuan siluman. Kapal ini menegaskan arah perang modern yang bergeser ke solusi praktis dan berbiaya rendah.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top