BALI — Pasar smartphone nasional semester II 2026 diproyeksikan tetap tumbuh meski daya beli tertekan, dengan nilai transaksi justru naik karena konsumen beralih ke perangkat lebih tahan lama. Analis pasar smartphone Indonesia Aryo Meidianto menyebut momentum akhir tahun jadi pendorong utama, ditopang kelas mid range hingga flagship. Bagi yang berencana ganti HP, periode Harbolnas dan libur Nataru jadi waktu yang patut dipertimbangkan.
Pertumbuhan volume pengiriman smartphone tahun ini berjalan moderat, bukan melesat. Segmen menengah ke bawah menahan laju belanja akibat tekanan ekonomi, sehingga masyarakat lebih selektif saat mengeluarkan uang untuk perangkat baru.
Meski volume tumbuh terbatas, nilai transaksi pasar justru menunjukkan kenaikan. Perubahan perilaku pengguna mendorong peralihan ke perangkat yang lebih durable dan bisa dipakai dalam jangka panjang.
Analis Pasar Smartphone Indonesia Aryo Meidianto menilai pertumbuhan tahun ini tetap optimistis, dengan catatan kehati-hatian yang tetap dijaga. Menurutnya, konsumen kini semakin efisien dalam membelanjakan konsumsi.
"Secara volume, pertumbuhan pengiriman smartphone masih moderat karena segmen menengah ke bawah menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin efisien dalam membelanjakan konsumsi," kata Aryo kepada Investortrust.id, Sabtu (3/10/2026).
Pola pertumbuhan yang sama berlanjut di semester II. "Pasar smartphone nasional di semester II masih menunjukkan pola pertumbuhan yang sifatnya optimis namun penuh kehati-hatian," sambung Aryo.
Kondisi ekonomi yang menekan justru mengubah cara konsumen memilih perangkat. Segmen mid to high hingga premium mulai bergerak lebih agresif karena pembeli cenderung mencari daya tahan dan usia penggunaan yang lebih panjang.
Artinya, masyarakat tidak lagi sekadar mengejar harga termurah. Mereka menghitung nilai jangka panjang, termasuk seberapa lama perangkat bisa bertahan sebelum perlu diganti lagi.
Penjualan smartphone diperkirakan memuncak pada periode akhir tahun. Harbolnas, bonus tahunan, serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi faktor yang berpotensi mengangkat volume transaksi.
"Akhir tahun yang biasanya didorong momen Harbolnas, bonus tahunan, dan libur Nataru akan tetap menjadi pendorong utama peningkatan volume penjualan," kata Aryo.
Kenaikan penjualan pada periode tersebut diperkirakan banyak ditopang kelas mid range dan flagship. Sejumlah model terbaru seperti iPhone 18 dan iPhone Duo juga rilis pada Oktober-November, menambah pilihan di pasar.
Berkaca dari tren setiap tahunnya, pengguna bisa memilih smartphone dari seri satu tahun terakhir dengan harga yang lebih terjangkau. Strategi ini cocok bagi yang ingin spesifikasi masih relevan tanpa membayar harga perangkat baru.
"Bagi konsumen yang berencana mengganti HP, periode akhir tahun menjadi salah satu momentum yang patut dipertimbangkan karena pilihan dan promosi biasanya lebih agresif," pungkas Aryo.
Kesimpulannya, waktu terbaik ganti HP tahun ini ada di kuartal IV, saat Harbolnas dan Nataru berbarengan dengan rilis model flagship. Pembeli yang tidak mengejar seri terbaru bisa mengincar model satu tahun sebelumnya untuk mendapat harga lebih murah dengan kemampuan yang masih mumpuni.