11 Kota Damai di Selandia Baru untuk Liburan Tenang, dari Waikawa hingga Hahei

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 15:31:30 WIB
Selandia Baru memiliki 11 kota kecil dengan ritme hidup lambat yang tersebar dari Pulau Utara hingga Pulau Selatan.

BALI — Selandia Baru menyimpan 11 kota kecil dengan ritme hidup lambat yang tersebar dari Pulau Utara hingga Pulau Selatan. Deretan destinasi ini menawarkan pesisir sepi, gletser, kebun anggur, sampai benteng suku M?ori. Sebagian besar bisa dijangkau dalam perjalanan darat dari kota besar terdekat seperti Auckland, Queenstown, atau Dunedin.

Di balik nama besar Auckland dan Queenstown, negeri berjuluk Aotearoa ini masih punya banyak permukiman kecil yang jarang masuk itinerary wisatawan Indonesia. Suasananya tenang, penduduknya sedikit, dan lanskapnya berganti cepat dari pantai ke pegunungan dalam hitungan jam berkendara.

Waikawa dan Riverton: Desa Nelayan di Ujung Selatan

Waikawa terletak di kawasan The Catlins, titik paling tenggara Pulau Selatan. Desa ini masih berdenyut sebagai permukiman nelayan dengan pelabuhan kecil yang menghadap langsung ke laut.

George Aitken Walk jadi jalur favorit untuk jalan santai menyusur Pelabuhan Waikawa. Di dekat situ ada Manga Piri dengan air terjun yang sering disebut versi lokal Niagara Falls, serta Koropuku Falls yang dikelilingi hutan pakis dan lumut hijau.

Curio Bay berjarak tak jauh dari Waikawa. Kawasan ini dikenal sebagai habitat lumba-lumba, anjing laut, singa laut, dan penguin.

Bergeser ke Riverton atau Aparima, traveler bisa menelusuri jejak permukiman permanen tertua di Southland. Te Hikoi Museum dan Templeton Flax Mill Heritage Museum menyimpan kisah panjang kawasan pesisir ini. Howells Point Reserve jadi tempat warga berjalan kaki, mengamati burung, memancing, hingga berselancar.

Te Anau dan Franz Josef: Gerbang Fjord dan Gletser

Nama Te Anau berasal dari bahasa M?ori yang berarti "tempat air yang berputar". Kota ini berfungsi sebagai pintu masuk Fiordland National Park, kawasan Warisan Dunia UNESCO yang dipenuhi fjord, pegunungan, dan hutan hujan.

Danau Te Anau jadi lokasi piknik dan menikmati matahari terbenam. Glowworm Caves menawarkan pengalaman menyusuri gua batu kapur berusia ribuan tahun yang diterangi ribuan glowworm.

Di sisi barat Pulau Selatan, Franz Josef atau Waiau menjadi rumah bagi salah satu gletser paling terkenal di Pegunungan Alpen Selatan. Heli-hike, panjat es, dan panorama gletser dari Alex Knob Track jadi opsi utama. Terrace Walk memberi pengalaman berjalan santai di hutan hujan beriklim sedang yang masih alami.

Arrowtown, Martinborough, dan Havelock North: Sejarah Emas hingga Wine

Arrowtown lahir saat demam emas Otago pada 1862. Kini kota bersejarah itu menjadi basis pencinta alam dan olahraga musim dingin. Coronet Peak dan Cardrona Alpine Resort menawarkan lintasan ski kelas dunia, sementara Lakes District Museum mengajak wisatawan menelusuri kisah para penambang emas.

Di Pulau Utara, Martinborough dikenal sebagai surga pencinta wine. Deretan kebun anggur menghasilkan Pinot Noir hingga Chardonnay. Selain tur kebun anggur, wisatawan bisa bermain golf atau menikmati suasana pedesaan di tengah hamparan kebun.

Masih di kawasan Hawke's Bay, Havelock North jadi tujuan wisata kuliner dan wine. Te Mata Peak menyuguhkan panorama 360 derajat kawasan Hawke's Bay, sedangkan Muse Gallery memamerkan karya seniman lokal.

Wharekahika, Whakat?ne, Hahei, dan Mang?nui: Pesisir Timur ke Utara

Di ujung timur Pulau Utara ada Wharekahika atau Hicks Bay yang terkenal dengan pantai sepi, air terjun, dan kolam alami. Waihirere Waterfall Walk jadi jalur trekking favorit, sementara Onepoto Bay cocok untuk berenang maupun berselancar jauh dari keramaian.

Whakat?ne masuk daftar kota dengan hari cerah terbanyak di Selandia Baru. K?h? Point Scenic Reserve menyuguhkan jalur trekking dengan ukiran M?ori bersejarah dan panorama laut lepas. Mokorua Bush Scenic Reserve menawarkan hutan asli yang menjadi habitat burung kiwi.

Hahei menjadi salah satu destinasi pantai paling memesona di Semenanjung Coromandel. Cathedral Cove punya pasir putih dan air sebening kristal untuk snorkeling maupun menyelam. Hot Water Beach menawarkan pengalaman unik menggali pasir saat air surut untuk membuat kolam air panas alami.

Menghadap Doubtless Bay, Mang?nui memadukan sejarah maritim dengan pesona pantai utara. Wisatawan bisa berjalan santai di dermaga tua, mengunjungi benteng peninggalan suku M?ori di Rangikapiti P? Historic Reserve, atau menikmati pasir keemasan Coopers Beach yang ramah untuk berenang dan bermain kayak.

Tips Menyusun Rute

Sebagian besar kota ini tidak terhubung transportasi umum yang rapat, jadi sewa mobil jadi pilihan paling praktis. Untuk Pulau Selatan, rute Waikawa–Riverton–Te Anau–Arrowtown–Franz Josef bisa memakan waktu sepekan penuh. Di Pulau Utara, kombinasi Martinborough–Havelock North–Wharekahika–Whakat?ne–Hahei–Mang?nui butuh waktu serupa.

Waktu terbaik berkunjung adalah musim semi hingga awal gugur, saat cuaca tidak terlalu ekstrem. Bawa lapisan pakaian hangat dan jas hujan karena cuaca Selandia Baru cepat berubah. Informasi jam buka museum dan tarif aktivitas sebaiknya dikonfirmasi lewat situs resmi pariwisata setempat sebelum berangkat.

Sebelas kota kecil ini membuktikan pesona Aotearoa yang masih tersembunyi. Alokasikan minimal 10 hari jika ingin merasakan ritme lambatnya tanpa terburu-buru.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top