IBC Gelar IES 2027 April, Fokus Dampak Sosial di Balik Angka Pertumbuhan

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04:01 WIB
Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid berbicara dalam peluncuran Indonesia Economic Summit 2027 di Jakarta, Selasa (13/10).

BALI — Indonesian Business Council (IBC) menetapkan Indonesia Economic Summit (IES) 2027 digelar pada April 2027 dengan tema "From Growth to Prosperity: Social Impact Beyond Numbers." Forum itu akan mempertemukan pemerintah, pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil untuk membahas cara investasi dan pertumbuhan menghasilkan dampak ekonomi-sosial yang lebih luas, bukan sekadar mengejar angka.

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid menegaskan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bukan dua agenda yang terpisah. Menurutnya, keduanya justru perlu dihubungkan lebih erat agar manfaat pertumbuhan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Pertumbuhan dan investasi harus memperkuat dunia usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik," ujar Arsjad di Jakarta, Selasa (13/10).

Kualitas Pertumbuhan Jadi Sorotan Utama

IBC menilai perbaikan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Ada sejumlah indikator lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari perluasan lapangan kerja, perkembangan usaha, hingga peningkatan produktivitas.

Pandangan itu muncul di tengah aspirasi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6% pada semester II 2026. Sejumlah indikator pendukung turut diperhitungkan, termasuk inflasi di level 3,28% dan pertumbuhan kredit sekitar 13,65%.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) sendiri menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2% pada September, dari sebelumnya 4,7% pada Juni. OECD menilai Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global.

PDB Penting, tapi Bukan Satu-satunya Ukuran

CEO IBC Sofyan A. Djalil menyatakan IES 2027 akan membawa pembahasan ekonomi lebih jauh dari sekadar mengejar angka pertumbuhan. Indikator Produk Domestik Bruto (PDB) tetap penting untuk membaca arah perekonomian, tetapi kesejahteraan tidak dapat dilihat dari satu angka saja.

"Kita juga perlu melihat pekerjaan yang tercipta, produktivitas, pendapatan masyarakat, kesempatan berusaha, dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Itu yang ingin kita bawa lebih kuat dalam IES 2027," ujar Sofyan.

Diskusi pada peluncuran IES 2027 berfokus pada indikator apa saja yang perlu diperhatikan selain PDB untuk menilai apakah kemajuan ekonomi benar-benar meningkatkan kehidupan masyarakat. Agenda itu juga akan membahas bagaimana pertumbuhan dapat menciptakan pekerjaan, mengurangi ketimpangan, memperluas kesempatan, dan meningkatkan taraf hidup.

Rantai Nilai Usaha Jadi Kunci Perluasan Manfaat

Arsjad menyoroti peran dunia usaha dalam memperluas dampak pertumbuhan. Ketika sebuah perusahaan berkembang, manfaat ekonominya tidak hanya muncul dari pekerjaan langsung, tetapi juga melalui pemasok, distributor, kontraktor, penyedia jasa, hingga usaha kecil yang menjadi bagian dari rantai nilai perusahaan.

Menurutnya, agenda IES 2027 tidak berarti mengurangi pentingnya pertumbuhan ekonomi. Indonesia justru membutuhkan pertumbuhan yang lebih kuat agar perusahaan dapat berinvestasi, memperbesar kapasitas, dan menciptakan lebih banyak peluang ekonomi.

"Ketika bisnis tumbuh, pekerja berkembang, usaha lokal mendapat kesempatan, dan keluarga memiliki pendapatan yang lebih baik, di situ lah pertumbuhan mulai menjadi prosperity," kata Arsjad.

Peluncuran IES 2027 membuka rangkaian keterlibatan dengan komunitas bisnis, mitra strategis, organisasi internasional, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lain menjelang penyelenggaraan summit. IBC menargetkan forum itu menjadi ruang bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mempertemukan perspektif serta mendorong kolaborasi guna memperkuat dampak pembangunan ekonomi.

Reporter: Usman Harun
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top