Fortnite Kembali ke App Store Australia Usai Putusan Pengadilan Federal

Penulis: Yanto Prasetya  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:32:01 WIB
Fortnite kembali hadir di App Store Australia setelah pengadilan federal memerintahkan Apple membuka ekosistem iOS.

BALI — Fortnite resmi kembali hadir di App Store Australia setelah pengadilan federal memerintahkan Apple membuka ekosistem iOS untuk persaingan. Putusan itu juga mewajibkan Apple mengizinkan toko aplikasi alternatif dan metode pembayaran pihak ketiga, dengan tenggat implementasi 1 Maret 2027. Apple menolak sebagian besar putusan dan berencana mengajukan banding.

Perintah pengadilan federal Australia mewajibkan Apple membuka iOS bagi toko aplikasi pihak ketiga dan mengizinkan pengguna mengunduh aplikasi langsung dari pengembang. Keputusan ini menjadi pukulan bagi model bisnis App Store yang selama ini mengontrol distribusi aplikasi dan pembayaran digital di perangkat iPhone.

Epic Games mengumumkan kepulangan Fortnite lewat akun resmi di X. "Big news: Fortnite is coming back to the App Store in Australia tomorrow!" tulis Epic Games. Perusahaan menyebut keputusan itu sebagai kabar baik bagi pengembang dan pengguna iOS di Australia yang akan menikmati ekosistem aplikasi mobile yang lebih terbuka.

Apa Saja yang Diperintahkan Pengadilan

Dokumen putusan setebal 1.104 paragraf memuat sejumlah kewajiban konkret bagi Apple. Pengadilan mengikuti cetak biru Uni Eropa dalam memaksa Apple membuka ekosistemnya, sekaligus menutup celah "kepatuhan jahat" (malicious compliance) yang selama ini dituduhkan ke Apple.

  • Apple wajib membuka iOS untuk toko aplikasi pihak ketiga tanpa syarat tambahan.
  • Pengguna boleh mengunduh aplikasi langsung dari situs pengembang.
  • Pengembang dapat menawarkan sistem pembayaran alternatif, bebas dari potongan dan syarat Apple yang dianggap berlebihan.
  • Pengembang tidak lagi dipaksa memakai sistem pembayaran dalam aplikasi (in-app payment) Apple.
  • App Store dilarang memblokir pengembang yang mengarahkan pengguna ke aplikasi luar untuk bertransaksi.
  • Pengguna tidak boleh mengalami "gesekan" saat membayar lewat sistem alternatif atau memasang aplikasi dari luar App Store.

Kewajiban Biaya Hukum dan Tenggat Implementasi

Apple juga diperintahkan menanggung 85 persen biaya hukum Epic Games. Seluruh perintah pengadilan harus dijalankan paling lambat 1 Maret 2027, atau Apple wajib mengirimkan bukti bahwa perusahaan membutuhkan perpanjangan waktu sebelum 15 Februari 2027.

Juru bicara Apple kepada Reuters menyatakan perusahaan tidak setuju dengan banyak bagian putusan. Apple berencana mengajukan penangguhan (stay) dan banding untuk mencari resolusi yang menghormati hak kekayaan intelektual sekaligus menjaga keamanan pengalaman pengguna dan pengembang di App Store.

Mengapa Australia Baru Sekarang

Pada Mei 2026, Fortnite sudah kembali hadir di iOS di hampir seluruh dunia kecuali Australia, akibat pertarungan hukum yang masih berjalan di negara itu. Epic Games saat itu menyebut Apple tetap menerapkan syarat yang telah dinyatakan pengadilan Australia sebagai melanggar hukum, dan menunggu keputusan final yang akhirnya keluar belum lama ini.

Putusan pengadilan Australia mengadopsi kerangka regulasi Uni Eropa, termasuk klausul yang mencegah skema biaya "Core Technology" atau pungutan bagi pengembang yang memakai toko aplikasi pihak ketiga. Langkah ini menjadi sinyal bahwa tekanan regulasi terhadap tertutupnya ekosistem Apple tidak lagi hanya datang dari Brussels.

Dampaknya bagi Pengguna Indonesia

Putusan ini secara langsung hanya berlaku di Australia. Pengguna iPhone di Indonesia belum tentu merasakan dampak serupa dalam waktu dekat, karena App Store di Tanah Air masih beroperasi dengan aturan Apple yang berlaku global. Namun preseden hukum di Australia dan Uni Eropa memperkuat tekanan agar Apple membuka sideloading dan pembayaran alternatif di lebih banyak negara.

Epic Games sendiri belum mengonfirmasi apakah Fortnite akan kembali ke App Store Indonesia, yang selama ini mengikuti kebijakan Apple pusat. Pengguna Indonesia yang ingin memainkan Fortnite di iPhone masih bergantung pada ketersediaan resmi di App Store lokal.

Bagi pengembang aplikasi lokal, keputusan pengadilan Australia menjadi acuan penting: jika model serupa diadopsi regulator lain, biaya distribusi aplikasi di iOS berpotensi turun dan pilihan pembayaran menjadi lebih luas. Apple masih punya ruang untuk banding, sehingga peta akhir ekosistem iOS global baru akan jelas setelah proses hukum bergulir.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top