BULELENG — Kebakaran muatan batu bara pada dua kapal tongkang di perairan Celukan Bawang memicu kepulan asap tebal yang terlihat jelas dari garis pantai. Sejumlah warga merekam kejadian itu dan menyebarkannya ke media sosial, dengan sedikitnya tiga video beredar sejak pagi.
Dua video diambil dari wilayah Desa Celukan Bawang, satu video lainnya direkam dari Desa Tukadsumaga. Jarak kedua desa sekitar empat kilometer, namun bau menyengat dari asap batu bara tetap tercium hingga permukiman.
Seorang warga yang merekam kejadian di wilayah Tukadsumaga menyebut aroma asap menyerupai bau aspal. Menurut dia, intensitas baunya jauh lebih kuat pada pagi hari.
"Baunya keras sekali. Bau seperti aspal. Pagi tadi keras sekali seperti kabut," ujarnya dalam rekaman video.
Selain bau menyengat, warga mengeluhkan mata perih akibat paparan asap. Kekhawatiran soal dampak kesehatan muncul karena asap bertahan cukup lama di permukiman sekitar perairan.
Kepulan asap dari muatan batu bara terlihat sejak Selasa pagi. Video yang beredar memperlihatkan asap mengepul dari atas kapal tongkang yang berada di kawasan perairan Celukan Bawang.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian dari muatan batu bara tersebut. Penanganan di lokasi belum dijelaskan secara rinci oleh pihak berwenang.
Perairan Celukan Bawang dikenal sebagai jalur aktivitas bongkar muat batu bara di Buleleng utara. Kejadian kebakaran muatan tongkang di kawasan ini menambah perhatian warga terhadap risiko dampak lingkungan dan kesehatan di sekitar pelabuhan.