DENPASAR — Kelurahan Sumerta menjadikan Festival Jelajah Pesona Sumerta II sebagai ruang edukasi tradisi bagi generasi muda sekaligus penggerak ekonomi warga. Ajang tahunan ini berlangsung di Panggung Timur Ardhacandra Art Center Denpasar dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.
Tema yang diusung, Praba Langu, dimaknai sebagai semangat kolektif merawat cahaya keindahan, kejayaan, dan kewibawaan budaya di tengah arus modernisasi. Festival tahun ini melibatkan krama Kelurahan Sumerta dari anak-anak hingga warga lanjut usia.
Tujuh Mata Lomba dari Gebogan Janur hingga Ogoh-Ogoh Mini
Panitia menyiapkan perlombaan yang menyentuh hampir semua lapisan warga. Rinciannya:
- Lomba Gebogan Janur kreasi bunga lokal
- Lomba Berbusana Adat ke Pura untuk lansia (Werda Kumara)
- Lomba Video Kreatif
- Lomba Mewarnai bagi anak-anak
- Parade Tetandingan Lawar Bebayuhan Sekaa Truna
- Lomba Bleganjur
- Lomba Ogoh-Ogoh Mini tingkat Bali
Rangkaian acara ditutup dengan pementasan kolaboratif inagurasi oleh Sekaa Gong Panca Yowana Kanti. Sekaa ini merupakan gabungan pemuda-pemudi dari Pengetosan, Abian Kapas, dan Ketapian.
Dukungan Pemkot: Keamanan hingga Pemberdayaan UMKM
Arya Wibawa menegaskan Pemkot Denpasar siap mengawal kelancaran festival. Dukungan mencakup sisi keamanan, kenyamanan, dan penataan lingkungan sekitar acara.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan siap mendukung kelancaran kegiatan ini, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun penataan lingkungan. Kegiatan seperti ini tentu menjadi penguatan pemberdayaan ekonomi UMKM dari lingkungan rumah untuk masyarakat di Kelurahan Sumerta," tegas Arya Wibawa.
Menurutnya, festival bukan sekadar pementasan seni. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah edukasi bagi masyarakat dan motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Jembatan Pelestarian Tradisi bagi Krama Sumerta
Lurah Sumerta Ni Made Ambarani Sumerta Putri menyebut festival dirancang sebagai jembatan antara pelestarian tradisi dan kebutuhan edukasi warga. Panitia ingin memastikan tradisi tetap hidup di tangan generasi berikutnya.
"Melalui tema Praba Langu, kita berharap festival ini menjadi jembatan pelestarian tradisi, wadah eksistensi bagi seluruh krama, serta media untuk melahirkan generasi yang senantiasa menjaga adat, seni budaya, dan kearifan lokal kita," ungkap Ni Made Ambarani.
Festival Jelajah Pesona Sumerta II menjadi edisi kedua setelah penyelenggaraan tahun sebelumnya. Kelurahan Sumerta menempatkan acara ini sebagai agenda tetap tahunan yang memadukan lomba seni, parade tradisi, dan panggung kolaborasi pemuda.