Badung — Upaya transformasi digital di wilayah pinggiran tidak hanya membutuhkan infrastruktur teknologi canggih, tetapi juga perubahan mendasar pada pola pikir para pendidik. Itulah filosofi yang mendorong I Nyoman Haryantara, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Negeri 4 Petang, merancang Komunitas For ED sebagai solusi konkret mengubah cara guru mengajar di Kabupaten Badung.
Gelisah Melihat Teknologi Tak Teroptimalkan
Haryantara mengakui gelisahnya ketika melihat infrastruktur teknologi di sekolah-sekolah wilayah Petang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para guru. Kehadiran perangkat keras canggih saja tidaklah cukup tanpa kesiapan ekosistem digital yang solid dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. "Digitalisasi tidak boleh hanya menyentuh wilayah perkotaan semata. Perangkat keras yang canggih harus diimbangi dengan kesiapan ekosistem digital dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan," ujarnya saat diwawancarai detikBali, Jumat (1/5/2026).
Kesadaran ini menjadi catatan penting bahwa tantangan transformasi digital di daerah pinggiran berbeda dari wilayah perkotaan. Bukan sekadar masalah konektivitas, melainkan perubahan budaya yang memerlukan pendekatan khusus dan personal.
Ubah Pola Pikir Guru Senior dari Hati ke Hati
Melalui Komunitas For ED, Haryantara merancang pendampingan intensif yang bertujuan mengajak rekan sejawat bertransisi dari pola pikir kaku menuju growth mindset, yakni mentalitas yang percaya diri dalam belajar dan berkembang. Program ini khusus menjangkau guru senior di wilayah pelosok yang masih enggan meninggalkan metode pengajaran tradisional.
Menurut Haryantara, tantangan terbesar bukanlah masalah jaringan atau infrastruktur fisik. "Tantangan terbesar di wilayah Petang bukanlah persoalan jaringan atau infrastruktur, melainkan bagaimana kita menyentuh dan mengubah pola pikir guru senior. Mengajak mereka meninggalkan metode konvensional adalah proses kultural yang membutuhkan pendekatan personal dari hati ke hati," katanya. Strategi pendampingan personal ini terbukti efektif karena menyentuh aspek emosional dan kultural guru, bukan sekadar pemberian pelatihan teknis.
Penghargaan Nasional Validasi Inovasi Lokal
Prestasi Haryantara meraih Juara 1 Nasional Pelopor Komunitas Belajar Guru SD/SMP pada 2025 menunjukkan bahwa inisiatif lokal dari daerah pinggiran dapat menjadi model pembelajaran nasional. Penghargaan ini mengukuhkan bahwa transformasi digital yang berkelanjutan dimulai dari perubahan mindset pendidik, bukan dari infrastruktur semata.
Keberhasilan komunitas For ED membuka peluang bagi sekolah-sekolah lain di Badung dan daerah pinggiran lainnya untuk menerapkan pendekatan serupa. Model pendampingan personal dari guru ke guru terbukti lebih efektif dibanding program top-down yang mengabaikan aspek kultural dan psikologis pendidik.