Pencarian

Bali Gelar Jatiluwih Fun Run 2026 Target 10.000 Pelari Asing

Jumat, 01 Mei 2026 • 04:10:07 WIB
Bali Gelar Jatiluwih Fun Run 2026 Target 10.000 Pelari Asing
Persiapan Jatiluwih Fun Run 2026 di Bali menyasar 10.000 pelari mancanegara.

Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan ajang Jatiluwih Fun Run 2026 sebagai rangkaian peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 20 Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini menargetkan ribuan pelari mancanegara guna memperkuat promosi destinasi warisan budaya dunia UNESCO melalui perpaduan olahraga, budaya, dan konsep pariwisata berkelanjutan.

DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali mulai mematangkan persiapan ajang Jatiluwih Fun Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026. Agenda olahraga ini dirancang sebagai langkah awal menyongsong peringatan satu abad pariwisata Bali yang akan jatuh pada tahun 2027 mendatang.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lari santai biasa. Melalui perpaduan antara olahraga dan pelestarian budaya, pemerintah ingin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan di mata dunia.

“Agenda ini menjadi langkah awal menyongsong peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Bali melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan,” ujar Koster saat memimpin rapat persiapan di Denpasar.

Target 10.000 Peserta dan Promosi Sport Tourism

Pemerintah daerah mematok target ambisius untuk partisipasi peserta. Koster meyakini bahwa daya tarik Jatiluwih sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO mampu menarik minat pelari dari berbagai belahan dunia, tidak hanya terbatas pada pelari lokal atau domestik saja.

“Jatiluwih Fun Run harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali, ini harus didorong, saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10.000 masih memungkinkan,” tegasnya. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Bali menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) guna memperluas jangkauan promosi ke jaringan agen perjalanan internasional.

Ketua Asita Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa acara ini mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih. Menurutnya, lari telah menjadi gaya hidup global yang sangat potensial untuk menggerakkan sektor pariwisata melalui konsep sport tourism di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Medali Unik dari Limbah Uang Kertas Bank Indonesia

Salah satu aspek paling inovatif dalam Jatiluwih Fun Run 2026 adalah penerapan kebijakan ramah lingkungan yang ketat. Penyelenggara berkomitmen membatasi penggunaan plastik sekali pakai di sepanjang rute lari guna menjaga kelestarian alam di kawasan persawahan ikonik tersebut.

Pemerintah juga bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk menghadirkan medali ramah lingkungan. Uniknya, medali tersebut akan dibuat menggunakan bahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol inovasi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di Pulau Dewata.

Aspek teknis di lapangan menjadi perhatian utama Gubernur Koster guna menjamin pengalaman terbaik bagi peserta. Tata kelola acara yang profesional sangat ditekankan agar ajang berskala internasional ini berjalan aman dan tertib, mengingat lanskap Jatiluwih yang memiliki karakteristik medan persawahan yang spesifik.

Kategori Lomba dan Dampak Ekonomi Lokal

Jatiluwih Fun Run 2026 akan menghadirkan dua kategori utama, yakni lari 5K dan 10K. Konsep yang ditawarkan adalah gabungan antara fun run dan race, sehingga terbuka bagi pelari profesional yang mengejar prestasi maupun masyarakat umum yang ingin menikmati pemandangan alam.

Penyelenggara memastikan bahwa keterlibatan UMKM lokal akan menjadi bagian integral dari acara ini. Selain menonjolkan panorama jalur persawahan, ajang ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar melalui penyediaan akomodasi, kuliner, dan produk kerajinan khas daerah.

“Melalui ini kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih. Ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Putu Winastra. Pendaftaran bagi para calon peserta rencananya akan mulai dibuka secara resmi pada Mei 2026.

Bagikan
Sumber: balipost.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks