BALI — Manajemen Persija dan Shin Tae-yong memiliki kesepahaman yang jelas: regenerasi skuad tidak boleh dikorbankan demi hasil instan. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta muda yang hanya bisa berkembang maksimal jika diberi jam terbang di pertandingan resmi, bukan sekadar latihan.
Prinsip Shin Tae-yong: Pemain Muda Harus Bermain, Bukan Hanya Latihan
“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” ujar Shin Tae-yong, dikutip dari situs resmi klub pada Rabu (10/6/2026).
Pelatih yang membawa Timnas Korea Selatan ke Piala Dunia 2018 itu menekankan bahwa pengalaman bertanding langsung menjadi faktor krusial dalam pembentukan mental dan kualitas pemain. “Saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung. Hanya dengan cara itulah sepakbola Indonesia bisa maju,” tegasnya.
Debutan Musim Lalu: Lima Wajah Baru di Skuad Senior
Komitmen Persija terhadap pembinaan usia muda sebenarnya sudah berjalan dalam beberapa musim terakhir. Pada Super League 2025/2026, lima pemain muda sukses menjalani debut profesional bersama tim utama. Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Keberhasilan mereka menembus skuat senior menjadi bukti bahwa jalur pembinaan EPA Persija berfungsi sebagai fondasi yang kokoh, bukan sekadar proyek jangka panjang tanpa hasil nyata.
23 Lulusan Akademi Berhasil Tembus Tim Utama
Dalam kurun lima musim terakhir, total 23 lulusan Elite Pro Academy (EPA) Persija berhasil mencatatkan debut resmi bersama Macan Kemayoran. Angka ini menunjukkan konsistensi sistem pembinaan klub dalam menyuplai pemain siap pakai ke level profesional.
Kehadiran Shin Tae-yong di kursi pelatih diyakini akan mempercepat proses tersebut. Dengan filosofi yang sejalan antara manajemen dan pelatih, Persija berpeluang menjaga keseimbangan antara target prestasi jangka pendek dan keberlanjutan regenerasi pemain muda.