DENPASAR — Dominasi Denpasar di ajang Porjar Bali tak terbendung. Untuk keempat kalinya secara beruntun, kontingen ibu kota Provinsi Bali itu keluar sebagai juara umum pada edisi 2026. Kabupaten Badung harus puas di posisi runner-up dengan 268 medali emas, disusul Kabupaten Buleleng di peringkat ketiga dengan 152 medali emas.
Dominasi di 22 Cabang Olahraga
Kunci keberhasilan Denpasar terletak pada kedalaman skuad di berbagai cabang olahraga. Kontingen ini menjadi yang terbaik di 22 cabang, mulai dari balap sepeda, bulu tangkis, dance sport, gateball, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, renang, rugbi, sepak bola, taekwondo, tinju, woodball, wushu, xiangqi, e-sports, pickleball, yongmoodo, hingga nomor selam. Prestasi ini menunjukkan pembinaan atlet muda Denpasar merata di hampir semua nomor pertandingan.
Persiapan Berjenjang Sejak Tingkat Gugus
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bukanlah kebetulan. Pihaknya telah mempersiapkan atlet secara berjenjang sejak dari tingkat gugus, kecamatan, hingga Porjar Kota. Setelah itu, pemusatan latihan khusus digelar sebelum terjun ke tingkat provinsi.
"Kami sudah mempersiapkan diri mulai dari tingkat gugus, kecamatan, Porjar Kota, bahkan sebelum terjun ke tingkat provinsi kami mengadakan persiapan khusus. Karena kami tahu lawan-lawan yang kami hadapi sudah merata di berbagai cabang olahraga. Maka dari itu kami mempersiapkan diri sebaik-baiknya karena tidak ingin kecolongan untuk mempertahankan gelar Porjar tahun ini," ujar Wiratama usai menerima piala juara umum.
Target Medali Terlampaui, Bonus untuk Atlet
Wiratama menambahkan bahwa perolehan medali kali ini bahkan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Persaingan di Porjar Bali 2026 disebutnya semakin merata di antara seluruh kabupaten dan kota. Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya berencana mengusulkan pemberian bonus bagi atlet-atlet yang berhasil menyumbangkan medali untuk Kota Denpasar.
Gelar juara umum keempat secara beruntun ini menjadi bukti konsistensi pembinaan olahraga pelajar di Denpasar. Di tengah kualitas lawan yang terus meningkat, Denpasar tetap mampu mempertahankan supremasi dan menunjukkan kedalaman atlet muda yang dimilikinya.