Pencarian

Bukan Mobil Sport Mazda MX-5, Data iSeeCars Ungkap Mobil Bensin Paling Jarang Dipakai di Amerika Serikat

Senin, 15 Juni 2026 • 12:35:31 WIB
Bukan Mobil Sport Mazda MX-5, Data iSeeCars Ungkap Mobil Bensin Paling Jarang Dipakai di Amerika Serikat
Dodge Viper menjadi mobil bensin dengan jarak tempuh tahunan terendah di Amerika Serikat menurut data iSeeCars.

iSeeCars merilis laporan yang mengidentifikasi kendaraan berbahan bakar bensin dengan rata-rata jarak tempuh paling sedikit per tahun di pasar Amerika Serikat. Alih-alih sebuah supercar atau mobil klasik, posisi puncak diduduki oleh Dodge Viper—sebuah mobil sport Amerika berjiwa liar yang dikenal dengan mesin V10-nya yang bertenaga besar.

Dodge Viper: Mesin Raksasa yang Enggan Digunakan Harian

Menurut data iSeeCars, pemilik Dodge Viper rata-rata hanya menempuh jarak 1.836 mil (sekitar 2.954 kilometer) per tahun. Angka ini sangat kontras dengan rata-rata mobil di AS yang mencapai lebih dari 12.000 mil per tahun.

Fenomena ini masuk akal. Viper bukanlah mobil yang ramah untuk dikendarai setiap hari. Kabinnya sempit, koplingnya berat, dan mesin 8,4 liternya haus bahan bakar. Mobil ini lebih cocok untuk "quick spin" di akhir pekan atau dipamerkan di ajang otomotif.

Mobil Sport Lain Ikut Daftar, SUV Hybrid Justru Paling Digemari

Daftar mobil paling jarang dipakai juga dihuni oleh nama-nama besar seperti Ferrari 488 GTB (2.038 mil/tahun), Chevrolet Corvette generasi tertentu, dan Porsche 718 Boxster. Polanya jelas: mobil-mobil ini dibeli bukan untuk kebutuhan transportasi, melainkan untuk kesenangan dan koleksi.

Di sisi lain, data iSeeCars juga mengungkap kebalikannya. Mobil dengan jarak tempuh tahunan tertinggi justru didominasi oleh kendaraan hybrid dan SUV besar, seperti Toyota Prius dan Ford Expedition. Artinya, konsumen Amerika cenderung memakai mobil irit dan praktis untuk mobilitas harian, sementara mobil sport mahal lebih sering menjadi "harta karun" yang sesekali dikeluarkan.

Apa Artinya Bagi Pasar Indonesia?

Meski data ini spesifik untuk AS, pola perilaku serupa bisa ditemukan di Indonesia. Mobil-mobil sport seperti Porsche 911 atau Ferrari jarang terlihat melintas di jalanan ibu kota—bukan karena tidak ada, melainkan karena pemiliknya lebih memilih menyimpannya di garasi dan menggunakannya hanya untuk acara tertentu atau touring komunitas.

Di Indonesia, pajak progresif dan harga BBM menjadi faktor tambahan yang membuat mobil bensin besar—apalagi yang haus bahan bakar—semakin jarang digunakan. Alhasil, mobil hybrid dan listrik justru mulai mengambil peran sebagai kendaraan harian utama.

Laporan iSeeCars ini menegaskan bahwa jarak tempuh tahunan bisa menjadi indikator menarik untuk membaca kebiasaan pemilik mobil. Semakin sedikit jarak yang ditempuh, semakin besar kemungkinan mobil itu dibeli karena gairah, bukan kebutuhan.

Bagikan
Sumber: slashgear.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks