BALI — RUU ini bukan pelarangan total terhadap sepeda listrik, dan tidak mengubah sistem tiga kelas e-bike yang sudah ada. Fokusnya adalah pada di mana dan bagaimana e-bike digunakan, terutama di trotoar dan jalur serbaguna (multi-use paths) yang juga dipakai pejalan kaki, pelari, hingga pengguna kursi roda motor. Perbedaan kecepatan antara e-bike dan pengguna lain di jalur yang sama dinilai menjadi masalah keselamatan yang kian sering terjadi.
Batas Kecepatan 10 mph di Zona Padat Pejalan Kaki
Inti dari RUU ini adalah kewajiban bagi pengendara e-bike untuk mengurangi kecepatan hingga 10 mph atau lebih rendah saat melintasi jalur yang dipenuhi pejalan kaki. Aturan ini berlaku ketika pengendara berada dalam jarak 50 kaki (15 meter) dari pejalan kaki.
Selain batas kecepatan, pengendara e-bike juga diwajibkan untuk memberi jalan kepada pejalan kaki dan memberikan isyarat suara, seperti peringatan verbal atau membunyikan bel sepeda, sebelum mendahului. RUU ini juga mewajibkan kepolisian untuk mencatat dan melacak semua kecelakaan yang melibatkan e-bike, serta membentuk satuan tugas untuk menganalisis lebih lanjut dan menentukan apakah perubahan regulasi diperlukan.
Infrastruktur Florida Jadi Pemicu Utama
Florida memiliki infrastruktur yang unik. Jalan-jalan kota di sana seringkali memiliki batas kecepatan 45-50 mph (72-80 km/jam), dengan kecepatan mobil sebenarnya bisa lebih tinggi. Hal ini membuat bersepeda di bahu jalan atau jalur sepeda yang hanya dipisah garis cat tipis dari lalu lintas 55 mph (88 km/jam) menjadi sangat berbahaya. Florida sudah lama memimpin angka kematian pengendara sepeda di AS, seringkali lebih dari dua kali lipat angka negara bagian tertinggi berikutnya.
Akibatnya, Florida lebih mengandalkan jalur serbaguna (multi-use paths) yang lebih lebar dan berada beberapa meter dari jalan raya. Jalur ini sangat populer dan padat digunakan. Sangat umum melihat pejalan kaki, pesepeda, skuter mobilitas, pemain skateboard, pelari, hingga mobil golf berbagi jalur yang sama. Dalam kondisi seperti itu, e-bike dengan kecepatan 20 atau 28 mph (32 atau 45 km/jam) terasa wajar saat jalur kosong, namun terasa berbahaya saat melesat di dekat rombongan pejalan kaki yang sedang berjalan pagi.
Aturan untuk Semua Sepeda, Bukan Hanya E-Bike?
RUU ini menuai beragam komentar. Salah satu komentar teratas dari pembaca, Chris M, menyebutkan bahwa batas 10 mph adalah batas kecepatan yang wajar saat jalur digunakan pejalan kaki, dan pengendara seharusnya sudah melakukannya sebagai bentuk sopan santun. Namun, ia juga menekankan bahwa aturan 10 mph seharusnya berlaku untuk semua sepeda, bukan hanya e-bike. “Tidak ada alasan untuk membedakan dalam kasus ini,” tulisnya.
Dari sudut pandang tersebut, batas 10 mph ini sebenarnya lebih tentang mengelola perbedaan kecepatan di ruang publik khas Florida, bukan semata-mata tentang e-bike. RUU ini merupakan bagian dari tren nasional di AS di mana negara bagian dan kota bereksperimen dengan aturan baru untuk e-bike, mulai dari batas kecepatan lokal hingga persyaratan lisensi untuk model bertenaga lebih tinggi. Adopsi e-bike yang pesat telah melampaui undang-undang lalu lintas lama, dan para pembuat undang-undang kini berusaha mengejar ketertinggalan.