SINGARAJA — Jalan tanah yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan petani di Banjar Dinas Manuksesa, Desa Bebetin, akhirnya berubah menjadi rabat beton. Proyek yang digarap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office Singaraja itu rampung setelah lima bulan pengerjaan, meski sempat dihantam cuaca hujan.
Bagaimana Kondisi Jalan Sebelum Dibangun?
Kelian Banjar Dinas Manuksesa, Made Budiasa, menuturkan bahwa sebagian ruas jalan menuju lahan pertanian masih berupa tanah. Setiap kali musim panen tiba, terutama saat hujan turun, akses menjadi becek dan menyulitkan warga mengangkut hasil bumi.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat. Sekarang akses menjadi lebih lancar untuk mendukung perekonomian warga, terutama saat mengangkut hasil panen buah dan padi,” kata Made Budiasa. Sekitar 150 kepala keluarga (KK) petani di banjar dinas setempat kini bisa melintas tanpa khawatir tergelincir atau rodanya terbenam lumpur.
Anggaran Rp 250 Juta untuk Konektivitas Petani
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menjelaskan bahwa bantuan betonisasi ini merupakan bagian dari program BRI Peduli. Infrastruktur dasar, menurutnya, menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang bertumpu pada sektor pertanian.
“Melalui program BRI Peduli, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Bantuan betonisasi jalan akses pertanian dan perkebunan di Desa Bebetin diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas petani, serta mempermudah distribusi hasil pertanian,” ujar Hery dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Apakah Jalan Ini Hanya untuk Petani?
Jalan beton sepanjang titik-titik strategis di Desa Bebetin ini tidak hanya difungsikan untuk mengangkut hasil perkebunan seperti buah-buahan, tetapi juga hasil panen padi menuju lokasi penjualan. Perbekel Bebetin, Gede Susanta, menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI yang dinilai tepat sasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah membantu pembangunan infrastruktur di Desa Bebetin. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat, terutama petani. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, akses menuju lahan pertanian menjadi lebih mudah dan proses pengangkutan hasil panen juga semakin lancar,” katanya.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan Warga
Dengan infrastruktur yang memadai, distribusi hasil pertanian diharapkan lebih efisien. Sebelumnya, petani kerap kehilangan waktu dan tenaga karena harus memutar atau menunggu jalan kering. Kini, aktivitas ekonomi di Banjar Dinas Manuksesa bisa berjalan sepanjang musim.
Hery Noercahya menambahkan, BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur yang memadai akan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.