BULELENG — Penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai. Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkopukm) Buleleng, harga cabai merah besar turun dari Rp 59.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting turun dari Rp 59.000 menjadi Rp 38.000 per kilogram.
Daging Ayam dan Telur Ikut Terkoreksi
Harga daging ayam ras di pasar tradisional juga mengalami penurunan. Farah, seorang ibu rumah tangga yang rutin berbelanja tiga kali seminggu, mengaku harga ayam turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Data Disdagperinkopukm mencatat harga ayam berada di kisaran Rp 36.000 per kilogram.
"Harga ayam sebelumnya di kisaran Rp 40.000 per kilogram. Sekarang turun jadi sekitar Rp35.000 per kilogram," kata Farah, Selasa (30/6/2026).
Komoditas telur ayam ras juga ikut terkoreksi. Farah menyebut harga telur yang biasa ia beli Rp 20.000 untuk 10 butir, kini turun menjadi Rp 18.000. Sementara itu, harga ikan pindang anjlok dari Rp 15.000 menjadi Rp 9.000.
MBG Libur, Permintaan Berkurang
Farah menduga penurunan harga ini terkait dengan berkurangnya permintaan selama program MBG libur. Program yang menyasar siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu dihentikan sementara selama libur sekolah 2026.
"Mungkin karena MBG libur, jadi permintaan berkurang. Yang penting harga tetap stabil, jangan naik turun terlalu jauh karena berpengaruh ke belanja rumah tangga. Bisa belanja lebih hemat," ujarnya.
Distribusi Dihentikan, SPPG Tetap Berjalan
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng, Rusdianto, mengatakan penghentian distribusi MBG mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang diterima pada 17 Juni 2026. Distribusi terakhir untuk peserta didik dilakukan pada Jumat (12/6/2026), sementara untuk kelompok 3B (ibu hamil, menyusui, dan balita) pada Senin (15/6/2026).
"Selama liburan sekolah, kegiatan distribusi MBG tidak dilaksanakan. Termasuk untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata Rusdianto, Jumat (19/6/2026) lalu.
Meski distribusi dihentikan, aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan. Rusdianto memperkirakan layanan akan kembali berjalan setelah kegiatan sekolah dimulai pada pertengahan Juli 2026. "Program tetap berjalan, hanya distribusinya yang libur selama sekolah libur," ujarnya.