BANDUNG — Gubernur Bali Wayan Koster memanfaatkan panggung internasional untuk menegaskan visi pembangunan daerahnya yang tak bisa ditawar: teknologi harus tunduk pada budaya, bukan sebaliknya. Hal itu ia sampaikan di hadapan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari sejumlah negara dalam konferensi digital humanities di ITB.
“Kemajuan teknologi dan transformasi digital tidak boleh menerkam kearifan lokal, tetapi harus mampu menguatkan identitas budaya dan kearifan lokal itu sendiri,” tegas Koster dalam pidato kuncinya, Sabtu (18/7).
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Jadi Acuan
Dalam paparannya, Koster menjelaskan bahwa seluruh kebijakan digital di Bali berpijak pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini menjadi fondasi dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru, yang menempatkan kebudayaan sebagai hulu dari segala lini pembangunan.
Menurutnya, kecerdasan buatan dan teknologi digital harus difungsikan sebagai alat untuk mendokumentasikan, melestarikan, serta mempromosikan warisan budaya Bali ke tingkat global. Bukan malah menjadi alat yang memutus rantai tradisi.
Geowisata Berkelanjutan di Era AI
Konferensi bertema “AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism” itu menjadi ajang bagi Bali untuk menunjukkan bahwa pariwisata berkualitas dan berkelanjutan bisa berjalan seiring dengan inovasi digital. Koster menekankan, keseimbangan antara teknologi, budaya, dan lingkungan adalah kunci utama.
“Transformasi digital tidak boleh hanya menghasilkan kemajuan ekonomi semata. Ia harus memperkuat karakter daerah dan menjamin keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Langkah Pemprov Bali Bangun Ekosistem Digital
Gubernur Koster juga membeberkan sejumlah langkah konkret yang telah diambil Pemerintah Provinsi Bali. Mulai dari membangun ekosistem digital yang tetap berlandaskan nilai adat, menjaga kelestarian alam, hingga mendorong pengembangan pariwisata yang tidak eksploitatif.
Keikutsertaan Koster dalam forum internasional ini sekaligus memperkuat posisi Bali dalam percaturan global, khususnya terkait etika kecerdasan buatan dan pengembangan geowisata. Bali ingin menjadi contoh daerah yang mampu mengharmoniskan inovasi teknologi tanpa kehilangan jati diri.