BALI — Manajemen Persib Bandung kembali memangkas skuadnya jelang bergulirnya Super League musim 2026-2027. Dua nama resmi dilepas dengan status pinjaman: Henhen Herdiana dan Adzikry Fadlillah. Keduanya dipastikan akan mengisi slot di klub lain dengan durasi satu musim penuh.
Henhen Herdiana Cari Menit Bermain di Bawah Asuhan Darije Kalezic
Henhen Herdiana akan menjalani musim bersama PSM Makassar. Bek kanan berusia 28 tahun itu diharapkan mendapatkan porsi tampil lebih banyak di bawah arahan pelatih Darije Kalezic.
Keputusan ini tak lepas dari persaingan ketat di sektor bek kanan Persib. Saat ini Maung Bandung memiliki Sandy Walsh, Eliano Reijnders, dan Kakang Rudianto yang semuanya bisa diplot di posisi tersebut.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa peminjaman ini merupakan hasil diskusi tiga arah antara manajemen, tim pelatih, dan pemain. “Kami menghargai keinginan Henhen untuk mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak,” ujarnya. “Setelah berdiskusi dengan tim pelatih dan Henhen, kami melihat bahwa peminjaman menjadi pilihan baik bagi perkembangan kariernya,” tambahnya.
Adzikry Fadlillah Kembali ke Persijap untuk Musim Kedua
Berbeda dengan Henhen, Adzikry Fadlillah akan kembali ke tempat yang sudah ia kenal. Gelandang muda tersebut resmi dipinjamkan ke Persijap Jepara untuk musim kedua berturut-turut dengan skema yang sama.
Langkah ini ditempuh setelah Persib mengevaluasi perkembangan Adzikry selama masa peminjaman sebelumnya. Kebutuhan taktik tim dan proyeksi menit bermain pada musim 2026/2027 menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini.
“Kami tentu senang melihat perkembangan dan kontribusi positif Adzikry selama menjalani masa peminjaman bersama Persijap musim lalu,” kata Adhitia dalam keterangan resmi klub, Kamis (13/8/2026).
Strategi Persib Mengelola Kedalaman Skuad
Langkah meminjamkan dua pemain ini menunjukkan pola manajemen skuad yang diterapkan Persib. Alih-alih mempertahankan pemain yang minim menit bermain, klub memilih jalur peminjaman agar para pemain tetap kompetitif.
Henhen dan Adzikry punya kebutuhan berbeda. Henhen butuh jam terbang untuk mempertahankan performa di posisi yang kini dihuni pemain timnas, sementara Adzikry butuh konsistensi bermain di level profesional.
Keputusan ini juga memberi ruang bagi Persib untuk memantau perkembangan kedua pemain dari kejauhan. Jika performa mereka meningkat, opsi memperpanjang kontrak atau menarik kembali pemain pada bursa berikutnya tetap terbuka.