TABANAN — Nuanu Creative City resmi mengoperasikan Nusantara, sebuah destinasi kuliner dan budaya yang menyajikan cita rasa dari sembilan pulau di Indonesia, Jumat (14/8/2026). Destinasi ini mengusung gagasan bahwa kekayaan kuliner daerah, kopi, dan seni lokal mampu menjadi daya tarik utama tanpa mengadopsi konsep asing.
Hadir di atas lahan seluas kawasan kreatif Nuanu, Nusantara tidak sekadar menjadi kumpulan gerai makanan. Destinasi ini menawarkan pengalaman menjelajah Indonesia melalui sajian kuliner otentik, restoran terpanjang di Bali dengan panjang mencapai 120 meter, serta galeri artefak yang dikurasi oleh Pascal Morabito.
Warung Nine Island: Rempah Digiling Langsung Setiap Pagi
Perjalanan kuliner di Nusantara dimulai dari Warung Nine Island. Di tempat ini, berbagai rempah digiling langsung setiap pagi dengan mempertahankan teknik memasak khas daerah tanpa proses adaptasi. Kuliner yang disajikan berasal dari Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, dan Madura.
Bahan-bahan yang sama kemudian diolah kembali di Meja 36 menggunakan teknik kuliner kontemporer tanpa mengurangi karakter cita rasa aslinya. Seluruh bahan baku diperoleh langsung dari produsen daerah, nelayan, dan pemasok bahan pangan lokal.
The Mangrove Café Sajikan Kopi Single-Origin dan Jajanan Pasar
Untuk minuman, The Mangrove Café menyajikan kopi single-origin dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Flores. Kreasi kue jajanan pasar dengan cita rasa lokal seperti pandan, gula aren, klepon, dan dadar gulung juga tersedia di kafe ini.
Keseluruhan pengalaman tersebut tertuang di The Gallery yang dibuka dengan INDONESIAN VISION, pameran 1.000 artefak suku asli Indonesia. Setiap karya dilengkapi panduan digital yang menjelaskan sejarah, teknik, dan konteks budaya. Sejumlah karya juga tersedia untuk dikoleksi, dengan hasil penjualan turut mendukung para seniman.
Menjawab Dominasi Konsep Kuliner Asing di Bali
Kehadiran Nusantara menjawab tren industri hospitality di Bali yang belakangan didominasi konsep kuliner luar negeri, seperti beach club bergaya Mediterania, omakase Jepang, hingga brunch ala Australia. Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat 6.948.754 kunjungan langsung wisatawan mancanegara pada 2025, meningkat 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan pihaknya ingin memanfaatkan posisi Bali sebagai pintu gerbang Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah lain.
"Bali adalah pintu gerbang Indonesia, dan kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar," ujar Lev Kroll.
"Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali — Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mencintai kekayaan kepulauan Indonesia lainnya: kulinernya, karya seninya, dan keberagaman daerahnya. Berangkat dari tradisi, dengan tujuan menghadirkan penemuan baru," katanya.
Proses Kurasi: Menjelajah Sembilan Pulau Selama Berbulan-bulan
Pemilik Nusantara, James Ephraim, mengungkapkan bahwa proses menghadirkan kuliner dari berbagai daerah dilakukan dengan mendatangi langsung para produsen di daerah asal. Proses ini berlangsung selama beberapa bulan dengan menjelajahi sembilan pulau, bertemu nelayan, pemasok bahan pangan lokal, dan juru masak yang telah mempertahankan racikan bumbu selama puluhan tahun.
"Selama beberapa bulan menjelajahi sembilan pulau, duduk bersama nelayan, pemasok bahan pangan lokal, dan para juru masak yang telah membuat racikan bumbu yang sama selama empat puluh tahun. Proses seperti itu tidak bisa dipersingkat dan tidak bisa dibeli begitu saja," kata James Ephraim.
"Tolok ukurnya sederhana: jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar," tambahnya.
Dukung Keberlanjutan Budaya dan Alam Bali
Di luar pengalaman kuliner, Nusantara menjadi bagian dari komitmen Nuanu melalui Nuanu Social Fund (NSF). Sebagian pendapatan yang dihasilkan dialokasikan untuk mendukung berbagai inisiatif bagi budaya, alam, dan masyarakat Bali.
Komitmen tersebut menghubungkan pengalaman menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia dengan tujuan yang lebih luas. Menikmati dan mengenal kuliner Indonesia juga dapat turut berkontribusi pada upaya menjaga serta mendukung keberlangsungan budaya yang melatarbelakanginya.