BALI — Tim beregu putra Indonesia bersiap menghadapi China pada partai puncak bulu tangkis Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis 24 September 2026 pukul 14.00 WIB. Duel ini menentukan medali emas dan mempertemukan dua kekuatan teratas dunia. Berikut fakta-fakta penting yang perlu kamu tahu sebelum laga dimulai.
Partai final ini bukan sekadar pertemuan biasa. Indonesia memburu gelar keenam di nomor beregu putra, sementara China mengejar trofi kedelapan mereka. Kedua skuad diperkuat pemain papan atas dunia, mulai dari Jonatan Christie hingga Liang Weikeng/Wang Chang.
1. Final Ideal Dua Unggulan Teratas
Tim Merah Putih melaju ke partai puncak sebagai unggulan pertama. Skuad Tirai Bambu menyusul sebagai unggulan kedua. Pertemuan ini jadi final yang memang dinanti di sektor beregu putra.
2. Jalan Berliku Menuju Partai Puncak
Indonesia harus melewati laga ketat 3-2 atas Malaysia di perempat final. Di semifinal, Thailand ditaklukkan 3-1. China juga kerja ekstra keras, menundukkan Korea Selatan 3-2 lalu menghentikan India 3-1 di babak empat besar.
3. Anomali Performa Pemain Andalan
Ada catatan unik dari kedua tim selama fase gugur. Jonatan Christie selalu kalah di laga perempat final dan semifinal. Hal serupa dialami ganda utama China, Liang Weikeng/Wang Chang, yang belum menyumbang poin kemenangan.
4. Bentrok Keenam di Final Asian Games
Ichinomiya menjadi duel keenam Indonesia vs China di partai final beregu putra Asian Games. Sebelumnya kedua negara bertemu di laga puncak edisi 1974, 1978, 1982, 1998, dan 2018. Dari lima pertemuan itu, Indonesia menang dua kali, yakni pada 1978 dan 1998.
5. Misi Akhiri Dahaga Emas Sejak 1998
Indonesia terakhir meraih emas beregu putra Asian Games pada edisi 1998 di Bangkok. Saat itu skuad diperkuat nama-nama legendaris seperti Hendrawan, Taufik Hidayat, Ricky Subagdja, Rexy Mainaky, Candra Wijaya, Tony Gunawan, Budi Santoso, dan Tri Kusharjanto. Mereka membantai China 4-0 di partai final.
Lima fakta ini jadi bekal penting menyambut laga penentu. Indonesia punya kans besar mengakhiri penantian panjang, tapi China jelas bukan lawan yang bisa diremehkan.