Pencarian

Erupsi Anak Krakatau dan Banjir Nagoya Warnai Perjalanan Kontingen Indonesia Menuju Asian Games 2026

Rabu, 09 September 2026 • 22:46:31 WIB
Erupsi Anak Krakatau dan Banjir Nagoya Warnai Perjalanan Kontingen Indonesia Menuju Asian Games 2026
Atlet kontingen Indonesia menempuh jalur darat menuju Surabaya setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan ke Jepang.

BALI — Rombongan atlet yang akan berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terpaksa mengubah total rencana perjalanan. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan erupsi Gunung Anak Krakatau membuat bandara tidak dapat beroperasi, sehingga rombongan tidak bisa terbang langsung menuju Jepang.

Para atlet akhirnya menempuh jalur darat menuju Surabaya. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan ke Singapura sebelum akhirnya tiba di Nagoya.

Solusi Darurat Lewat Surabaya dan Singapura

Okto menyebut keputusan ini diambil setelah koordinasi intensif antara tim Chef de Mission (CdM), NOC Indonesia, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Perubahan rute menjadi pilihan tercepat agar para atlet tiba sesuai jadwal yang sudah ditetapkan panitia.

"Berkat kecekatan dan kolaborasi yang solid antara tim CdM, NOC, serta Kemenpora, para atlet akhirnya berhasil diberangkatkan lewat Surabaya demi mematuhi agenda yang sudah ditentukan," kata Okto ditemui usai pengukuhan Tim Indonesia di Wisma Serbaguna, Senayan, Rabu (9/9).

Banjir Nagoya Tunda Latihan Tim Basket

Kendala tidak berhenti di perjalanan. Setibanya di Nagoya, kontingen Indonesia justru menghadapi banjir yang melanda wilayah tersebut. Dampaknya langsung terasa pada persiapan tim basket Indonesia yang jadwal latihannya sempat terganggu.

"Setibanya di Nagoya, kami menghadapi kendala lain berupa banjir yang membuat jadwal latihan tim basket sedikit terhambat," ujar Okto.

Okto memastikan NOC Indonesia bersama CdM terus berkomunikasi dengan pemerintah Jepang maupun panitia lokal. Perubahan skema perjalanan dan persiapan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Prioritas Utama: Pelayanan Maksimal untuk Atlet

Okto menegaskan pelayanan terhadap atlet menjadi prioritas utama. Menurutnya, berbagai penyesuaian dilakukan semata-mata agar para atlet tetap bisa tampil maksimal di kompetisi nanti.

"Sebagai bangsa yang besar, kita tidak akan pernah surut hanya karena tantangan-tantangan ini. Kuncinya, kita harus keluar sebagai pemenang," tegas Okto.

Ia berharap perjuangan para atlet di Asian Games 2026 dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat Indonesia di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kontingen Indonesia diharapkan mampu bersaing di panggung olahraga Asia. (afr/afr/jun)

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks