SEMARAPURA — I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya resmi menjabat Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung setelah dilantik Bupati I Made Satria. Sebelumnya, ia memimpin Dinas Pariwisata Klungkung. Posisi Sekda yang ditinggalkannya kini diisi Anak Agung Gede Lesmana sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Upacara pengambilan sumpah berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Senin (28/9/2026). Hadir Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, para staf ahli bupati, asisten sekda, dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Klungkung. Rotasi ini menyasar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Klungkung.
Siapa Pejabat yang Digeser dan ke Posisi Apa
Anak Agung Gede Lesmana meninggalkan kursi Sekda Klungkung untuk bertugas sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Kursi yang ditinggalkannya diisi I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata Klungkung.
Dua jabatan itu berada di lingkup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Menurut Pemkab Klungkung, pergeseran dilakukan untuk memperkuat struktur kinerja organisasi dan meningkatkan mutu pelayanan publik di lingkungan pemerintah kabupaten.
Alasan Bupati: Tuntutan Pembangunan Kian Kompleks
Bupati Satria menyebut rotasi jabatan di lingkungan birokrasi sebagai hal wajar dan diperlukan. Menurutnya, tuntutan pembangunan daerah semakin kompleks sehingga struktur organisasi perlu disesuaikan.
"Jangan melihat perubahan hanya dari sisi jabatan atau kedudukan, tetapi lihatlah dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan secara efektif, efisien, dan berkesinambungan," tegas Bupati Satria dalam sambutannya.
Ia menekankan keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kontribusi nyata dan keteladanan bagi masyarakat, bukan semata posisi yang diemban. Pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dan menghadirkan inovasi.
Dukungan untuk Visi Klungkung Mahottama
Inovasi yang diminta Bupati Satria diarahkan pada ketercapaian visi dan misi pembangunan daerah, yakni "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" menuju Klungkung Mahottama. Ia berharap pejabat yang dilantik menjalankan tugas dengan tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme.
"Jabatan boleh berubah, tempat pengabdian dapat berganti, tetapi semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat harus tetap sama," lanjutnya.
Pelantikan ini menandai pergeseran di dua posisi strategis Pemkab Klungkung. Dinas Pariwisata Klungkung untuk sementara dipimpin tanpa kepala definitif menyusul ditinggalkannya posisi tersebut oleh Putra Mahajaya.