BALI — Timnas Identity V Indonesia gagal menyumbang medali di Asian Games 2026 setelah kalah beruntun di babak Group Stage. Indonesia finis di peringkat keempat Grup A, di bawah China Taipei, Thailand, dan Filipina, dari pertandingan yang digelar di Aichi Sky Expo Esport Substage, Jepang. Kekalahan ini memaksa skuad Merah Putih mengalihkan harapan medali ke nomor Mobile Legends dan PUBG Mobile.
Empat atlet yang mewakili Indonesia di nomor Identity V adalah Athif Fatahilah Nursyam, Suhartanto Ardi Mulyo, Muhammad Fachrul Putra Henri, dan Daffa Pasha Arifin. Mereka tergabung di Grup A bersama Thailand, Filipina, dan China Taipei, dengan format pertandingan best of 3 (Bo3).
Jalannya Pertandingan di Grup A
Pada hari pertama, Indonesia menelan dua kekalahan langsung. China Taipei lebih dulu mengalahkan Indonesia dengan skor 2-0, disusul Thailand yang juga menang 2-0 atas skuad Merah Putih.
Hari kedua, Indonesia masih belum mampu bangkit. Filipina menumbangkan Indonesia 2-1, hasil yang sekaligus memupus peluang timnas melaju ke babak perempat final.
Mengapa Indonesia Gagal Lolos
Grup A menyediakan tiga tiket ke babak selanjutnya. Dengan tiga kekalahan dari tiga pertandingan, Indonesia harus puas finis di peringkat keempat dan tersingkir dari kompetisi.
Pertemuan melawan Filipina sebenarnya menjadi penentu nasib Indonesia. Kemenangan di laga itu akan membuka jalan ke perempat final, namun hasil 2-1 untuk Filipina menutup semua peluang tersebut.
Sisa Harapan Medali dari Nomor Lain
Peluang Indonesia menambah medali kini bergantung pada dua nomor esport lain yang masih berjalan, yakni Mobile Legends dan PUBG Mobile. Kedua timnas saat ini masih bertanding dan diharapkan mampu menyumbang medali.
Di nomor PUBG Mobile, Indonesia diperkuat Fazriel Haikal Aditya (YUMMY), Juventino Ryan Jeremy R. (ROSEMARY), Micho Ananda Pratama W. (ZETA), Muh Fathyn Zilhaq S. (SNAPE), dan Sharfan Syahman Shodiq (POTATO). Mereka didampingi Deni Fianda sebagai pelatih dan Bintang Prakoso P sebagai asisten pelatih.
Sementara di nomor Mobile Legends, atlet yang tampil antara lain Alexander Owen Marcetami Buhe, Arif Fudin Dingarai Putra, Dalvin Ramadhana Putra, Muhammad Affan Wahyudi, Albert Neilsen Iskandar, dan Syauki Fauzan Sumarno. Kenny Deo bertindak sebagai pelatih dan Michael Abraham sebagai asisten pelatih, bertugas menyusun strategi serta memilih hero yang akan digunakan.
Medali Perak dari Pokemon Unite
Sejauh ini, baru Timnas Pokemon Unite Indonesia yang berhasil menyumbang medali untuk kontingen Indonesia. Mereka meraih medali perak setelah langkah menuju emas terhenti di babak final, kalah adu mekanik dari tim tuan rumah Jepang.
Hasil ini membuat Indonesia masih menunggu tambahan medali dari cabang esport lain yang belum menyelesaikan pertandingannya.