BALI — Serial thriller mistis "Yaga" resmi tayang di layanan streaming AMC+ dengan Hudson Williams sebagai bintang pendamping, menyusul popularitasnya lewat "Heated Rivalry". Delapan episode musim pertama mengangkat misteri orang hilang di pedesaan British Columbia yang dibalut mitos penyihir Baba Yaga. Dua episode perdana sudah bisa disaksikan, sementara episode berikutnya dirilis setiap Jumat.
Produksi Kanada berjudul "Yaga" mencoba peruntungan di pasar serial horor dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih mengandalkan jumpscare, serial ini membangun cerita dari mitos Baba Yaga, sosok penyihir pemakan manusia yang tinggal di rumah berkaki ayam, lalu memindahkannya ke konteks modern.
Hudson Williams, yang namanya melambung berkat "Heated Rivalry", mendapat kredit khusus dengan kata "with" sebelum namanya di bagian pembuka. Posisi itu menandakan statusnya sebagai nama yang diandalkan untuk menarik penonton, meski perannya di sini bukan sebagai pemeran utama tunggal.
Premis: Misteri Orang Hilang di British Columbia
Cerita dibuka dari kasus hilangnya Henry Park, pewaris miliarder yang diperankan Williams. Orang tuanya yang cemas mengirim Rapp, seorang pengurus urusan keluarga, untuk melacaknya di wilayah pedesaan British Columbia.
Rapp kemudian menemukan Henry tinggal bersama Logan, teman sekamarnya yang berwajah mirip. Keduanya mahasiswa dan punya hubungan dekat dengan Katherine, profesor antropologi yang dijuluki "bone lady" karena ketertarikannya pada sisa-sisa tulang belulang. Peran Katherine dipegang Carrie-Anne Moss.
Serial ini diciptakan Kat Sandler, yang mengadaptasi naskahnya sendiri dari sebuah lakon teater berjudul sama. Salah satu detail yang disebut cukup menyenangkan adalah penggunaan lagu-lagu populer dalam versi cover berbahasa Slavia sebagai penanda suasana.
Pemeran dan Upaya Membangun Ketegangan
Noah Reid memerankan Rapp, sementara Clark Backo tampil sebagai Carson, polisi lokal yang menjadi semacam partner dalam penyelidikan. Chemistry antar keduanya dibangun lewat banter ala buddy-cop, meski tidak selalu mulus menyatu dengan atmosfer kelam yang ingin diciptakan.
Kritik terhadap serial ini menyorot beberapa kelemahan. Tempo yang patah-patah, casting yang dinilai kurang tepat, dan gagasan feminisme yang terasa dangkal disebut sebagai kombinasi yang membuat "Yaga" gagal menemukan bentuk terbaiknya.
Upaya menghadirkan erotisme dan wawasan soal seksualitas juga dinilai memaksa, berbeda jauh dari kemudahan yang didapat "Heated Rivalry". Alih-alih memikat atau menjijikkan, detail pertemuan para tokoh disebut terasa kekanak-kanakan dalam usahanya memancing reaksi.
Perbandingan dengan Heated Rivalry dan Tantangan Cerita
Kemiripan dengan "Heated Rivalry" praktis berhenti pada kehadiran Williams. Serial bertema hoki itu disebut mencapai sensualitas dan kedalaman tema dengan cara yang natural, sementara "Yaga" harus berjuang keras untuk hal serupa.
Masalah lain datang dari sosok Rapp. Performa Reid disebut membuat karakternya tampil sebagai pria nyaring yang efeknya terhadap perempuan di kota kecil itu sulit dipahami. Pertanyaan soal daya tarik Rapp bahkan kadang terasa lebih mendesak daripada pertanyaan soal keberadaan Henry.
Ada pula benturan nada antara lanskap berkabut dan hutan rindang yang seharusnya menakutkan dengan dialog kasar antar tokoh. Elemen-elemen itu disebut saling bertabrakan, bukan melebur menjadi satu suasana utuh.
Jadwal Tayang dan Posisi di Pasar Serial Horor
Dua episode pertama "Yaga" kini tersedia di AMC+ untuk penonton Amerika Serikat. Episode-episode selanjutnya akan dirilis setiap hari Jumat, dengan total delapan episode dalam satu musim.
Durasi tiap episode yang singkat, sekitar 30 menit, dinilai tidak membantu membangun ketegangan yang biasanya butuh ruang lebih panjang dalam drama horor. Alur yang membuang informasi tanpa lebih dulu menciptakan suspensi disebut memperparah kesan terburu-buru.
Bagi penonton Indonesia yang mencari tontonan horor musim ini, "Yaga" hadir sebagai opsi yang perlu ditimbang matang. Kehadiran Williams dan Moss bisa jadi daya tarik awal, tetapi eksekusi cerita yang dinilai belum matang membuat serial ini lebih pantas masuk daftar tunggu dibanding daftar utama.