DENPASAR — Kolaborasi IWO Bali dan SISPALA Wira Satya Mandala SMAN 1 Kuta tidak berhenti pada penanaman mangrove. Ida Bagus Narayana, pembina organisasi siswa itu, ingin kerja sama berlanjut ke penguatan kapasitas pelajar, salah satunya melalui pelatihan jurnalistik.
Narayana yang akrab disapa Gus Yana menyebut keterlibatan langsung pelajar dalam pelestarian lingkungan sebagai cara efektif menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Kegiatan penanaman mangrove berlangsung di Mangrove Arboretum Park, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar.
Wagub Bali Hadir Langsung di Lokasi Penanaman
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turut hadir di lokasi penanaman mangrove. Kehadiran orang nomor dua di Pemprov Bali itu menjadi penanda dukungan pemerintah daerah terhadap aksi pelestarian kawasan pesisir yang melibatkan pelajar.
Menurut Gus Yana, kampanye lingkungan perlu diwujudkan lewat tindakan nyata. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya diberi informasi soal pentingnya menjaga alam.
"Generasi muda tidak cukup hanya diberi informasi, mereka harus turun dan mengalami sendiri. Melalui interaksi langsung menanam mangrove di Tahura Ngurah Rai, pengalaman autentik itulah yang nantinya akan mereka ceritakan dan bagikan kembali ke publik," ujarnya.
Tahura Ngurah Rai sebagai Ruang Belajar Ekosistem Pesisir
Gus Yana menilai kawasan Tahura Ngurah Rai punya nilai lebih dari sekadar ekowisata. Kawasan itu dinilai berpotensi menjadi ruang pembelajaran alam bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Dari situ, ia berharap kolaborasi dengan insan pers membuka kesempatan bagi siswa mengembangkan keterampilan komunikasi dan jurnalistik. Wartawan IWO Bali diharapkan bisa membantu pelatihan bagi anggota SISPALA.
"Ke depannya, kami berharap kolaborasi ini tak hanya berhenti pada aksi peduli lingkungan. Kami ingin sinergi ini bisa berlanjut dalam bentuk peningkatan kapasitas siswa melalui pelatihan jurnalistik, yang tentunya bisa dibantu oleh kakak-kakak wartawan dari IWO Bali," katanya.
Sejalan dengan Filosofi Tri Hita Karana
Gus Yana menegaskan penanaman mangrove merupakan bagian dari pembentukan karakter anggota SISPALA. Nilai yang ditanamkan mencakup kepedulian, tanggung jawab, dan keberanian mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
Semangat itu, menurutnya, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Anggota SISPALA diharapkan tidak hanya memahami pelestarian alam, tetapi juga menjadi teladan lewat tindakan sehari-hari.
Chika: Aksi Kecil Harus Berkelanjutan
Hubungan Masyarakat SISPALA Wira Satya Mandala SMAN 1 Kuta, Ni Putu Chika Marsya Juliastiti, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam penanaman mangrove bersama IWO Bali. Kegiatan itu dinilai memberi kesempatan bagi generasi muda berkontribusi langsung menjaga kawasan pesisir Bali.
Chika berharap kegiatan serupa berlanjut dengan melibatkan lebih banyak pihak. Menurutnya, aksi sederhana yang dilakukan bersama-sama bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan ikut menjaga ekosistem pesisir.
Kolaborasi insan pers, pembina, pelajar, pemerintah, dan komunitas lingkungan diharapkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan. Bagi SISPALA Wira Satya Mandala, semangat menjaga alam dibuktikan lewat tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
"SISPALA Wira Satya Mandala — Bakti Kami untuk Ibu Pertiwi!"