GIANYAR — Peluang Dewa United untuk menembus jajaran elit BRI Super League musim ini berada di ujung tanduk. Tertahan di peringkat keenam klasemen sementara, tim kebanggaan Kota Tangerang itu hanya punya satu jalan keluar: memenangi laga kontra Bali United di pekan pamungkas.
Kekalahan tipis 1-0 dari Persis Solo pada laga sebelumnya membuat posisi Dewa United semakin terhimpit. Raihan tiga poin di kandang Serdadu Tridatu menjadi harga mati, namun itu pun belum cukup tanpa hasil pertandingan lain yang berpihak pada mereka.
Dewa United tidak bisa mengandalkan hasil sendiri. Mereka harus menang telak atas Bali United sambil berharap tim-tim di atas mereka seperti Persija Jakarta atau PSIS Semarang kehilangan poin pada laga terakhir masing-masing.
Kondisi ini membuat laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, bukan sekadar pertandingan biasa. Dewa United butuh kombinasi sempurna antara kemenangan dan kebergantungan pada hasil tim lain yang bertanding di waktu bersamaan.
Bali United bukan lawan yang mudah. Bermain di hadapan publik sendiri, tim asuhan Stefano Cugurra kerap tampil agresif dan sulit dikalahkan. Lini belakang Dewa United harus bekerja ekstra keras jika ingin membawa pulang poin penuh.
Pelatih Dewa United diyakini sudah menyiapkan strategi khusus untuk membongkar pertahanan tuan rumah. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat sejak menit awal karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi di papan atas.
Jika Dewa United berhasil mengalahkan Bali United, langkah selanjutnya adalah menunggu. Mereka harus berharap setidaknya satu dari dua pesaing langsungnya di papan atas gagal meraih kemenangan.
Laga terakhir musim ini menjadi ujian mental bagi skuad Dewa United. Tekanan untuk menang besar di laga tandang dan berharap pada hasil tim lain membuat perjalanan mereka ke Gianyar penuh drama.