DENPASAR — Rencana pembangunan KEK Keuangan di kawasan Kura-Kura Bali masih diselimuti misteri. Namun, dari berbagai diskusi yang berkembang, pusat keuangan ini diproyeksikan menjadi cikal bakal layanan family office—firma penasihat manajemen kekayaan pribadi untuk individu dengan harta sangat tinggi.
Model ini bukan sekadar manajemen aset. Family office mencakup layanan holistik: investasi, perencanaan pajak, tata kelola keluarga, hingga filantropi lintas generasi. Tujuannya menjaga dan menumbuhkan kekayaan dalam jangka panjang.
Negara tetangga, Singapura, telah membuktikan efektivitas model ini. Otoritas Moneter Singapura (MAS) mencatat jumlah single-family office mencapai lebih dari 2.000 entitas pada akhir 2024. Angka ini melonjak 43 persen dari tahun sebelumnya.
Keberhasilan Singapura tak lepas dari ekosistem keuangan yang lengkap. Mulai dari perbankan privat, pasar modal, asuransi, hingga jasa profesional seperti firma hukum internasional dan konsultan pajak. Semua itu menjadi syarat mutlak agar pusat keuangan kompetitif secara global.
Sebuah pusat keuangan idealnya menyediakan ekosistem komprehensif. Menurut praktisi perpajakan Made Arya Suartana, setidaknya ada enam pilar utama yang harus tersedia:
Made Arya mencontohkan Dubai International Finance Center (DIFC) yang beroperasi dengan regulator independen dan sistem hukum common law Inggris. "Negara yang ingin membangun pusat keuangan yang diterima internasional akan membentuk pengaturan khusus menyesuaikan praktik global," tulisnya dalam analisis yang diterima redaksi.
Pola serupa kemungkinan akan diadopsi di Bali. Regulasi khusus diperlukan agar KEK Keuangan bisa bersaing dengan pusat keuangan lain di Asia, termasuk Singapura dan Hong Kong.
Kehadiran family office di Kura-Kura Bali diperkirakan akan menarik investasi asing dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa keuangan. Namun, kekhawatiran juga muncul terkait kesenjangan ekonomi dan dampak terhadap properti lokal.
Hingga saat ini, pemerintah masih merahasiakan detail desain KEK Keuangan. Publik menunggu kepastian apakah Bali benar-benar akan menjadi Singapura-nya Indonesia atau sekadar wacana tanpa eksekusi.