DENPASAR — Tarif tiket pesawat kelas bisnis rute Jakarta-Bali mencapai Rp 14 juta, sementara kelas ekonomi juga mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini berbarengan dengan rilis data BPS Bali yang mencatat penurunan angka kunjungan wisatawan pada periode terbaru.
Pantauan harga tiket kelas ekonomi di berbagai platform pemesanan menunjukkan tarif bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta per orang untuk penerbangan langsung. Angka ini naik dibandingkan rata-rata harga normal yang berkisar Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta sebelum musim liburan.
Kenaikan harga terjadi pada seluruh maskapai yang melayani rute tersibuk di Indonesia itu, baik full-service maupun low-cost carrier. Beberapa agen perjalanan di Denpasar melaporkan penurunan pemesanan tiket sejak harga mulai merangkak naik dua pekan lalu.
BPS Bali merilis data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara melambat menjadi 5,2 persen pada bulan lalu, turun dari rata-rata 8 persen di bulan-bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara tercatat menurun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami melihat korelasi langsung antara harga tiket yang tinggi dengan keputusan wisatawan untuk menunda atau membatalkan perjalanan ke Bali,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjokorda Bagus Pemayun, dalam keterangan pers di Denpasar. Ia menambahkan bahwa okupansi hotel di kawasan Sanur dan Nusa Dua juga mengalami penurunan 10 persen.
Kenaikan harga tiket pesawat rute Jakarta-Bali dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari kenaikan harga avtur, tingginya permintaan pada musim liburan sekolah, hingga berkurangnya jumlah slot penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sejumlah maskapai juga melakukan penyesuaian tarif karena biaya operasional yang meningkat.
Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA) menyebutkan bahwa harga tiket kelas bisnis yang menyentuh Rp 14 juta merupakan tarif di luar batas kewajaran. Namun, maskapai berhak menentukan harga berdasarkan mekanisme pasar.
Pelaku usaha di sektor pariwisata Bali mulai merasakan dampaknya. Pemandu wisata lokal di Ubud mengaku jumlah klien menurun hingga 30 persen sejak harga tiket melonjak. “Banyak turis asing yang batal datang karena tiket pesawat lebih mahal dari akomodasi mereka,” ujar I Wayan Sujana, pemilik jasa tur di Gianyar.
Pemprov Bali tengah mendorong maskapai untuk menambah kapasitas kursi ekonomi dan membuka kembali rute domestik yang sempat ditutup. Gubernur Bali juga meminta Kementerian Perhubungan untuk mengawasi harga tiket agar tidak merugikan industri pariwisata yang baru pulih pasca-pandemi.