BADUNG — Pergerakan sapi Bali di Pasar Hewan Beringkit, Badung, meningkat signifikan jelang Idul Adha 1447 H. Data pengelola pasar hingga 17 Mei 2026 mencatat delapan ribu ekor telah terjual ke berbagai provinsi di Indonesia.
Harga jual sapi kurban ini bervariasi tergantung bobot tubuh masing-masing. Kisarannya mulai Rp15 juta hingga Rp40 juta per ekor.
Para pembeli tidak hanya berasal dari Pulau Bali. Berdasarkan catatan pengelola, sapi-sapi tersebut dikirim ke Jakarta, Palembang, dan sejumlah daerah di Kalimantan.
Pasar Hewan Beringkit selama ini menjadi titik kumpul utama bagi peternak dan pedagang antar pulau. Aktivitas jual-beli sapi kurban biasanya mencapai puncaknya dua pekan sebelum Idul Adha.
Sapi Bali dikenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan adaptif terhadap perubahan cuaca. Bobotnya yang ideal untuk kurban juga menjadi pertimbangan utama para pembeli dari luar daerah.
Seorang peternak di kawasan Beringkit menyebutkan, permintaan tahun ini terbilang stabil. “Pembeli dari luar pulau sudah mulai memesan sejak awal Mei,” ujarnya.
Pekerja di lokasi terlihat sibuk menaikkan sapi ke atas truk pada Rabu (20/5/2026). Pengangkutan dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal kapal dan ketersediaan kendaraan logistik.
Pemerintah Kabupaten Badung melalui dinas terkait memastikan kesehatan hewan kurban yang dikirim telah diperiksa. Sertifikat kesehatan hewan menjadi syarat wajib pengiriman antarprovinsi.