BANGLI — Desa Wisata Penglipuran kembali menggelar ajang lari bertajuk Penglipu RUN 2026 pada Juni mendatang. Event bertagline “Green Steps, Healthy Life” ini menjadi bukti bahwa promosi terus digencarkan meski desa adat di Kabupaten Bangli itu sudah mendunia.
Penglipuran selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Bali, bahkan masuk dalam daftar desa wisata terbaik versi organisasi pariwisata dunia. Namun, pengelola tidak ingin berpuas diri. Ajang lari tahunan ini menjadi salah satu cara untuk terus menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Pertanyaan itu kerap muncul di kalangan pelaku pariwisata. Menurut pengelola, menjaga eksistensi di tengah persaingan destinasi global tetap penting. Penglipu RUN 2026 bukan sekadar lomba lari, melainkan ajang memperkenalkan kembali kearifan lokal dan keindahan arsitektur desa yang khas.
Event ini juga menjadi momentum untuk memperkuat citra Penglipuran sebagai desa wisata berbasis lingkungan. Tagline “Green Steps, Healthy Life” sengaja dipilih untuk menekankan komitmen desa terhadap pariwisata berkelanjutan.
Penglipu RUN 2026 direncanakan berlangsung pada Juni 2026. Hingga saat ini, panitia masih menyiapkan rute dan teknis perlombaan. Rute lari nantinya akan melewati area permukiman adat dan kawasan hijau di sekitar desa, memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan kategori lomba akan diumumkan dalam waktu dekat. Pengelola juga menggandeng komunitas lari di Bali dan instansi pariwisata setempat untuk menyukseskan acara.
Event ini diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Desa Penglipuran, yang otomatis berdampak pada perekonomian warga. Warung-warung milik penduduk, homestay, dan pelaku UMKM di desa tersebut biasanya kebanjiran pembeli saat ada acara besar.
Selain itu, ajang lari ini juga menjadi ajang promosi tidak langsung. Peserta yang datang dari luar daerah berpotensi menjadi duta wisata yang menyebarkan cerita tentang Penglipuran ke daerah asalnya masing-masing.