Wagub Bali Giri Prasta dan DPRD Karangasem Dorong Regrouping Sekolah Minim Siswa, Dua SD Sudah 4 Tahun Nihil PPDB

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 20:49:32 WIB
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan evaluasi regrouping sekolah minim siswa di Kantor DPRD Bali, Selasa (14/7/2026).

KARANGASEM — Dua sekolah dasar di Kabupaten Karangasem tercatat nihil pendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, bahkan sudah berjalan empat tahun tanpa satu pun siswa baru. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah dan dewan untuk mengkaji penggabungan sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan dalam satu desa.

Regrouping untuk Efisiensi Guru dan Murid

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa evaluasi ke depan akan mengarah pada regrouping sebagai solusi utama. "Sehingga di sekolah lain ini bisa terakomodir sesuai dengan jumlah per kelas berkenaan dengan dapodiknya. Maka evaluasi yang kami lakukan ke depan kaitannya dengan kemungkinan besar kami akan melaksanakan salah satunya adalah regrouping," kata Giri di Kantor DPRD Bali, Selasa (14/7/2026).

Menurut Giri, sekolah yang minim siswa nantinya akan difungsikan sebagai fasilitas umum, sementara sekolah yang masih aktif akan diperkuat dengan pembangunan ruang kelas baru. Kebijakan ini juga bertujuan mengatasi kekurangan tenaga pengajar di Bali.

"Kalau berbicara masalah tenaga pengajar ketika kita berbicara masalah tenaga guru kalau di Provinsi Bali ini kita masih kurang," jelas Giri. Guru PNS disebut bisa ditempatkan di sekolah hasil regrouping dengan insentif dan tunjangan yang layak, terutama untuk daerah terpencil.

DPRD Karangasem: Ada Sekolah dengan Guru Lebih Banyak dari Murid

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem, I Wayan Sudira, mengusulkan penggabungan SD yang memiliki jumlah siswa sangat sedikit. Ia mencontohkan adanya sekolah yang jumlah gurunya justru lebih banyak dibandingkan murid, sementara di sekolah lain terjadi sebaliknya.

"Saya usulkan untuk digabung proses belajarnya untuk sementara, sembari mencari jalan keluar terbaik untuk ke depannya. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pak Kadis Pendidikan," kata Sudira, Selasa (14/7/2026).

Sudira menilai penggabungan tidak hanya membuat kegiatan belajar mengajar lebih efektif, tetapi juga membantu pemerataan tenaga pendidik. "Masalah utama kita saat ini adalah kekurangan guru, kalau digabung tentu sekolah lebih efektif karena guru yang mengajar jadi lebih banyak," ujarnya.

Disdikpora Karangasem: Perlu Kajian Matang Sebelum Eksekusi

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Made Adriana Putra, menyatakan pihaknya akan mengkaji usulan regrouping secara mendalam sebelum mengambil keputusan. "Memang ada gagasan untuk menggabungkan sekolah yang dapat siswa sedikit, tapi hal tersebut harus dikaji dengan matang dulu," ujar Adriana.

Selain dua SD yang sudah empat tahun tanpa siswa baru, sejumlah sekolah lain di Karangasem hanya mendapatkan dua hingga tiga siswa pada SPMB 2026. Faktor penyebabnya antara lain tidak adanya anak usia sekolah di wilayah tersebut serta jarak antar sekolah yang terlalu berdekatan dalam satu desa. Pemprov Bali berencana mengkoordinasikan kebijakan ini dengan Dinas Pendidikan setempat, termasuk menghitung jumlah guru yang akan pensiun untuk menentukan kebutuhan tenaga pengajar ke depan.

Reporter: Usman Harun
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top