Sekolah Rakyat di Bali Baru Tampung 276 Siswa, Padahal 28.000 Anak Tak Bersekolah

Penulis: Yanto Prasetya  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 15:19:31 WIB
kursi tersedia di satu-satunya Sekolah Rakyat di Bali, sementara 28.000 anak tercatat tidak bersekolah.

KARANGASEM — Program Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini terbelenggu biaya pendidikan. Namun, kapasitas satu-satunya Sekolah Rakyat di Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, baru 276 kursi, sementara data menunjukkan masih ada sekitar 28.000 anak Bali yang putus sekolah atau tidak pernah sekolah sama sekali.

Ketua EW-LMND Bali I Made Dirgayusa menyebutkan bahwa kemiskinan menjadi faktor utama yang memaksa anak usia sekolah untuk tidak melanjutkan pendidikan. “Biaya sekolah tidak terbatas pada uang gedung yang bahkan pada sekolah negeri sudah digratiskan, tapi masih banyak biaya lainnya seperti buku, seragam, transportasi, dan bekal sekolah yang seringkali tidak terjangkau,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Angka Kemiskinan Bali Sempat Naik Drastis Pasca-Pandemi

Bali sempat mencatatkan angka kemiskinan rendah di angka 3,61 persen atau 156,91 ribu jiwa pada September 2019. Namun, pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Bali membuat angka kemiskinan melonjak hingga 4,72 persen pada September 2021.

Pasca-pandemi, perekonomian perlahan pulih. Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Bali tahun 2026, angka kemiskinan kembali turun ke 3,42 persen atau sekitar 160,09 ribu jiwa. Meski tren menurun, ketimpangan antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta antara kawasan destinasi wisata dan non-destinasi, masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Paradoks Pendidikan: Instrumen Anti-Kemiskinan yang Tak Terjangkau Kaum Miskin

I Made Dirgayusa menekankan bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan kekayaan, melainkan juga akses terbatas terhadap pendidikan, makanan bergizi, dan kesehatan. Keterbatasan itu, menurutnya, menimbulkan pola berulang di mana anak dari keluarga miskin sulit keluar dari lingkaran kemiskinan karena kesempatan yang tak setara.

“Sukarno menyatakan bahwa untuk membangun suatu bangsa, harus dimulai dari membangun manusianya. Pendidikan adalah instrumen utama untuk meningkatkan kapasitas manusia,” ujar Made, mengutip semangat pendiri bangsa.

Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai itu dengan menyediakan fasilitas lengkap secara gratis—mulai dari asrama, buku, seragam, hingga fasilitas kesehatan. Di Bali, sekolah ini menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan alokasi 90 peserta didik per jenjang.

Hampir 28 Ribu Anak Bali Masih di Luar Sistem Pendidikan

Data dashboard Anak Tidak Sekolah (ATS) menunjukkan, dari sekitar 27.791 anak di Bali yang tidak bersekolah, sebanyak 44,22 persen atau 12.293 anak merupakan anak yang belum pernah sekolah sama sekali. Sisanya terdiri dari lulus tidak melanjutkan (30,82 persen) dan drop out (24,96 persen).

Made berharap kehadiran Sekolah Rakyat bisa diperluas. “Program ini menjadi tali untuk menyelamatkan masyarakat dari pusaran badai kemiskinan, tidak hanya menyelesaikan faktor ekonomi tetapi juga faktor lingkungannya,” pungkasnya.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: diksimerdeka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top