KLUNGKUNG — Pemerintah Kabupaten Klungkung mengakui sebagian besar jalan di empat kecamatan masih gelap gulita. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Klungkung, Ida Bagus Putra Adnyana, mengungkapkan data kebutuhan PJU itu merupakan gabungan usulan desa/kelurahan dan hasil survei petugas di lapangan.
"Selain data dari desa/kelurahan, berdasarkan survei langsung petugas kami di lapangan, kekurangan PJU seluruhnya kurang lebih 8.300 buah," kata Adnyana saat ditemui di kantornya, Kamis (16/7/2026) pagi.
Kecamatan Nusa Penida menjadi perhatian utama. Sebagai destinasi wisata super prioritas, wilayah kepulauan ini justru paling gelap. Kebutuhan PJU di sana mencapai 1.919 unit, sedangkan yang sudah terpasang hanya 763 unit.
Kepala Dishub Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana, tak menampik kondisi tersebut. Ia menilai minimnya penerangan jalan berdampak langsung pada sektor pariwisata, terutama minat wisatawan untuk menginap.
"Karena daerah pariwisata tentu fokus untuk melakukan pengadaan PJU di sana. Seperti yang dikatakan, kondisi jalan yang masih gelap berpengaruh terhadap keinginan wisata menginap," ujar Wedana.
Pemenuhan ribuan PJU tidak bisa dilakukan sekaligus. Dishub Klungkung mengaku terbentur keterbatasan anggaran daerah. Pemasangan dilakukan secara bertahap setiap tahun anggaran dengan skala prioritas.
"Jalur-jalur padat lalu lintas dan jalur pariwisata di Nusa Penida tentu yang kami prioritaskan terlebih dahulu," terang Adnyana.
Selain di Nusa Penida, kebutuhan PJU di tiga kecamatan lain juga masih tinggi. Di Kecamatan Klungkung, dibutuhkan 194 PJU dari 840 yang sudah ada. Di Banjarangkan sebanyak 205 PJU dari 973 yang terpasang, dan di Kecamatan Klungkung (pusat kota) 223 PJU dari 1.484 yang sudah terpasang.
Dishub Klungkung telah menyusun usulan bantuan teknis pengadaan Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Pemerintah Kabupaten Badung pada 2027. Total pagu anggaran yang diusulkan mencapai Rp 15,4 miliar lebih.
Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun, sebanyak 624 PJU baru direncanakan akan dipasang. Untuk Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan, diusulkan 213 tiang antik dengan anggaran Rp 7,455 miliar.
Sementara untuk Nusa Penida, pengadaan dibagi dua jenis: 90 tiang antik senilai Rp 3,15 miliar dan 321 tiang oktagonal senilai Rp 4,815 miliar. "Total anggaran untuk Nusa Penida mencapai Rp 7,965 miliar," jelas Adnyana.
Wedana mengakui tidak ada program penambahan PJU pada 2026. Namun, pihaknya tak tinggal diam. Selain mengandalkan BKK, Dishub Klungkung juga mengusulkan pengadaan APJ melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Upaya bertahap ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan penerangan jalan di Klungkung, terutama di Nusa Penida yang menjadi ikon pariwisata Bali. Pemerintah daerah berharap usulan bantuan keuangan bisa direalisasikan agar jalan-jalan gelap segera terang.