Ekonomi Buleleng Belum Tembus Tiga Besar di Bali, Pemkab Gelar Kajian Peta Potensi Investasi Daerah

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:37:01 WIB
Pemkab Buleleng menggelar sidang Tim Pengendali Mutu untuk membahas laporan pendahuluan kajian peta potensi investasi daerah.

BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng memulai penyusunan peta potensi investasi secara sistematis untuk mendongkrak perekonomian yang dinilai belum optimal. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Sugiartha, membuka Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) Pembahasan Laporan Pendahuluan Kajian Peta Potensi Investasi di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Rabu (15/7/2026).

Langkah ini merupakan respons atas fakta bahwa performa pertumbuhan ekonomi Buleleng secara akumulatif masih tertinggal dari tiga daerah teratas di Bali. Padahal, wilayah Bali Utara ini dinilai memiliki kekayaan potensi daerah yang luar biasa, baik dari segi geografis maupun komoditas unggulan.

Data Konkrit Jadi Andalan Promosi ke Investor

Gede Sugiartha menegaskan bahwa kajian ini tidak boleh sekadar dokumen formalitas. Ia menginstruksikan agar diskusi menghasilkan data konkrit yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami melihat potensi investasi di Kabupaten Buleleng ini sebenarnya sangat strategis dan jumlahnya cukup banyak. Terkait hal itu, sangat penting dilakukan pemetaan dan pengkajian mendalam," ujar Gede Sugiartha mewakili Bupati Buleleng.

Data dari kajian ini nantinya akan menjadi instrumen utama dalam mempromosikan berbagai sektor unggulan Buleleng kepada para calon investor. Pemerintah daerah ingin promosi investasi lebih efisien dan tepat sasaran, bukan lagi berdasarkan asumsi atau informasi parsial.

Mengapa Ekonomi Buleleng Tertinggal?

Ketua Tim Pelaksana Kajian Investasi, I Nengah Suarmanayasa, membenarkan adanya kesenjangan antara potensi dan realitas di lapangan. Secara geografis dan komoditas, Buleleng memiliki banyak keunggulan, namun belum tergarap maksimal.

Fakta di lapangan menunjukkan pertumbuhan dan capaian indikator ekonomi makro Buleleng masih di bawah tiga daerah teratas di Bali. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk segera memiliki dokumen pemetaan yang sistematis, akurat, dan mutakhir (up to date).

Dengan adanya dokumen riset ini, pemerintah daerah dapat menyusun cetak biru (blueprint) kebijakan ekonomi yang lebih terarah. Target promosi investasi pun bisa lebih spesifik, tidak lagi menyebar tanpa prioritas yang jelas.

Target: Instrumen Promosi yang Kredibel

Kajian ini diharapkan tidak hanya menjadi data internal pemerintah. Lebih dari itu, hasil pemetaan akan digunakan langsung sebagai alat promosi untuk menarik minat investor masuk ke Buleleng.

"Kami berharap kajian ini memperoleh hasil yang mendorong peluang investasi dan menjadi instrumen promosi di berbagai sektor dengan informasi yang kredibel," tambah Gede Sugiartha.

Langkah Pemkab Buleleng ini menjadi sinyal serius untuk memperbaiki peringkat ekonomi daerah. Dengan peta potensi yang jelas, diharapkan investor tidak lagi hanya terpusat di kawasan Bali Selatan, melainkan mulai melirik potensi besar di Bali Utara.

Reporter: Usman Harun
Sumber: kabarbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top