BALI — Lini laptop mainstream kerap terlupakan di tengah gempuran produk premium yang harganya tembus puluhan juta rupiah. Acer mencoba mengisi celah itu lewat Swift Go 16 AI, laptop 16 inci yang mengusung bodi aluminium, layar sentuh, dan prosesor terbaru AMD. Namun, nilai jual utamanya sangat bergantung pada satu hal: harga.
Unit yang diuji adalah varian AMD dengan konfigurasi tunggal di ritel. Berikut rinciannya:
Dengan ketebalan 1,6 cm dan berat 1,6 kg, laptop ini tergolong ramping untuk kelas layar besar. Bodi aluminiumnya terasa kokoh, meski tutup layar dan area keyboard masih punya sedikit kelenturan. Engselnya bisa direbahkan 180 derajat, tetapi pada posisi tersebut kecerahan layar turun drastis.
Port yang tersedia cukup lengkap untuk kebutuhan harian. Namun, ada keanehan kecil: indikator pengisian daya justru berada di sisi kanan, sementara port pengisian ada di kiri. Pengguna harus menjulurkan leher untuk memastikan laptop benar-benar mengisi daya.
Satu masalah unik muncul saat pengujian: layar sering mati mendadak dan kembali ke layar login. Penyebabnya bukan kerusakan, melainkan sensor tutup layar yang terlalu sensitif terhadap magnet. Gelang jam tangan dengan penjepit magnetik yang dikenakan di tangan kanan cukup untuk memicu masalah ini. Ini catatan penting bagi pengguna kidal atau mereka yang memakai jam di tangan kanan.
Dalam uji Geekbench 6, skor multi-core Swift Go 16 AI mampu melampaui Dell XPS 14 yang jauh lebih mahal. Namun, laptop berbasis ARM seperti MacBook Air M5 dan Lenovo Yoga Slim 7i masih jauh di atasnya. Untuk tugas harian seperti browsing, mengetik, dan streaming, performanya lebih dari cukup.
Kecepatan transfer file menjadi titik terlemah. SSD-nya tercatat hanya mencapai 847,88 MB/detik dalam uji salin 25 GB—kurang dari setengah kecepatan kompetitor. Secara praktis, perbedaan ini jarang terasa kecuali pengguna rutin memindahkan file berukuran besar.
Di sisi grafis, Radeon 840M yang terintegrasi mampu menjalankan game PC ringan. Skor 3DMark Steel Nomad-nya (234 poin) jauh di bawah laptop gaming, tetapi masih lebih fleksibel dibanding laptop ARM yang tidak bisa menjalankan banyak game PC.
Panel IPS 16 inci ini mencatat kecerahan puncak 336 nits—cukup terang untuk penggunaan di dalam ruangan. Reproduksi warnanya juga baik: 121,8 persen gamut sRGB dan 86,3 persen DCI-P3. Hitamnya memang tidak sedalam panel OLED pada varian Intel, tetapi untuk kelas menengah, kualitasnya memuaskan.
Speaker menghadap ke bawah menghasilkan suara yang cukup keras untuk meeting online, tetapi minim bass. Pada volume 100 persen, suara mulai pecah. Pengguna yang mementingkan kualitas audio sebaiknya menyiapkan speaker Bluetooth eksternal.
Touchpad 7 inci menjadi fitur unggulan. Permukaannya dilapisi Gorilla Glass dan mendukung tombol sentuh kontekstual yang muncul saat membuka YouTube atau Microsoft Teams untuk kontrol media dan panggilan. Keyboard-nya nyaman, meski numpad yang diapit membuat tata letak terasa sempit untuk laptop 16 inci.
Daya tahan baterai mencapai 9,5 jam dalam pengujian web browsing dan streaming video. Angka ini solid untuk laptop layar besar, meski kalah dari MacBook Air dan Dell XPS 14.
Laptop ini hadir dengan banyak aplikasi bawaan yang tidak diminta: Forge of Empires, Dropbox, Booking.com, hingga ExpressVPN. Aplikasi AcerSense bahkan tidak terpasang penuh dan baru terunduh saat pertama dibuka. Pengguna disarankan menghapus aplikasi-aplikasi ini setelah setup awal.
Untuk upgrade, pengguna bisa membuka alas bawah dengan obeng Torx. SSD M.2 2280 dan kartu Wi-Fi bisa diganti, tetapi RAM sudah disolder dan tidak bisa ditambah.
Acer menjual Swift Go 16 AI dalam beberapa varian di Best Buy. Varian AMD yang diuji sempat turun ke Rp 9,3 juta (USD 799) saat promo, tetapi kini kembali ke harga normal. Varian Intel dengan layar OLED dan storage 512 GB sempat dijual sangat murah, sekitar Rp 8,1 juta (USD 699).
Di kelas harga normal Rp 13 jutaan, laptop ini sulit direkomendasikan. Namun, jika menemukannya di bawah Rp 10 juta, Swift Go 16 AI menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang menginginkan layar besar, bodi metal, dan performa harian yang mumpuni tanpa merogoh kocek terlalu dalam.