Bupati Buleleng Sutjidra Hadiri Ngaben Massal 44 Sawah di Desa Kalianget, Serahkan Bantuan Dana untuk Kelancaran Upacara

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:06:02 WIB
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menghadiri prosesi Ngaben Massal 44 sawa di Desa Kalianget, Seririt, Rabu (26/8).

BULELENG — Ratusan warga mengikuti prosesi Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra beserta jajaran pemerintah daerah pada Rabu (26/8).

Kehadiran Bupati Sutjidra disambut hangat oleh keluarga yang tengah melaksanakan upacara. Prosesi ngaben massal ini tercatat diikuti oleh 44 sawa dan ngerapuh sebanyak 50 sawa.

Puncak Karya Pengabenan Digelar Sabtu 29 Agustus 2026

Rangkaian prosesi panjang tersebut akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Panitia menyiapkan berbagai tahapan adat untuk memastikan upacara berjalan lancar sesuai tradisi Hindu di Bali.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas terselenggaranya upacara yadnya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat Buleleng.

Bantuan Dana Diserahkan untuk Kelancaran Upacara

Untuk mendukung kelancaran karya pengabenan massal, Bupati Sutjidra menyerahkan bantuan dana yang diterima langsung oleh ketua panitia. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan prosesi adat.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam upacara Pitra Yadnya dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Hal ini penting agar adat dan tradisi Bali tetap hidup dan lestari di tengah perkembangan zaman.

Melestarikan Adat dan Tradisi Bali di Tengah Modernisasi

Ngaben massal menjadi salah satu upaya kolektif masyarakat untuk menjaga warisan budaya leluhur. Dengan digelar secara bersama-sama, beban biaya upacara dapat lebih ringan dibandingkan melaksanakannya secara individu.

Kehadiran kepala daerah dalam prosesi adat semacam ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini mempererat gotong royong antarwarga Desa Kalianget.

Puncak karya pengabenan pada akhir Agustus 2026 nanti dipastikan menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk bersama-sama mendoakan para leluhur menuju alam berikutnya sesuai keyakinan Hindu.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: lenteraesai.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top