KARANGASEM — Ratusan kader Partai Demokrat turun ke pesisir timur Bali dalam rangkaian Gerakan Langit Biru. Kegiatan bersih-bersih lingkungan ini menyasar dua titik sekaligus, yakni kawasan Pantai Goa Lawah di Klungkung dan Pantai Jasri di Karangasem, Jumat (28/8/2026).
Agenda ini digelar sehari setelah Hari Raya Purnama, momen ketika kawasan Goa Lawah ramai dikunjungi pemedek untuk bersembahyang. Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremonial partai.
Menurut Mudarta, Gerakan Langit Biru merupakan wujud kepedulian partai terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran, bukan sekadar pencitraan menjelang hari jadi partai.
"Gerakan Langit Biru ini tidak cuma sekadar bentuk bahwa Demokrat peduli pada lingkungan, tapi Demokrat juga peduli pada teman-teman kita sendiri," ujarnya di sela kegiatan.
Ia berharap gerakan serupa bisa berkelanjutan dan melibatkan jajaran PAC serta DPC di berbagai kabupaten kota di Bali. Kegiatan ini juga menjadi dukungan nyata terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam pengelolaan dan pemilahan sampah.
Di Pantai Jasri, Karangasem, aksi bersih-bersih dipimpin langsung oleh Made Mudarta. Ia hadir bersama anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, Sekretaris DPC Partai Demokrat Karangasem I Wayan Suparta, serta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Karangasem.
Fokus utama pembersihan di lokasi ini adalah sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan. Usai bersih pantai, acara dirangkai dengan lomba tarik tambang untuk merawat semangat gotong royong warga.
I Wayan Suparta mengajak masyarakat memperluas gerakan ini ke wilayah daratan. Ia menekankan pentingnya menerapkan filosofi Nyegara Gunung, yakni menjaga lingkungan dari kawasan laut hingga pegunungan.
"Gerakan ini tujuannya untuk bersih-bersih lingkungan di pantai. Momen terbaik ini di Karangasem sangat diharapkan bukan hanya di pantai, tetapi istilahnya di Bali, Karangasem itu Nyegara Gunung. Bisa di pantai, bisa di pegunungan," katanya.
Mudarta mengaku senang bisa terlibat langsung dalam aksi di Pantai Jasri. Menurutnya, lokasi ini memiliki keunikan karena menjadi titik pertemuan antara aliran sungai dan laut.
"Hari ini saya sangat happy karena vibrasi alamnya sangat luar biasa. Ini ada pertemuan juga segitiga antara laut dan sungai, jadi Nyegara Gunung," ujarnya.
Gerakan Langit Biru sebelumnya telah berlangsung di Badung, Bangli, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Gianyar, Denpasar, dan Klungkung. Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keterlibatan kader dengan masyarakat.
Mudarta juga menyinggung capaian Demokrat sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi secara nasional pada Pemilu 2009, sekitar 22 persen. Ia berharap momentum HUT ke-25 menjadi pijakan partai menghadapi agenda politik mendatang.
"2009 Demokrat juara satu secara nasional. Perolehan suaranya 22 persen. Mudah-mudahan dalam pemilu yang akan datang, 2029, Demokrat kembali berjaya," katanya.
Rangkaian Gerakan Langit Biru akan terus berlanjut hingga puncak HUT ke-25 Partai Demokrat pada 9 September 2026. Melalui kegiatan ini, Demokrat Bali membawa pesan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam Bali adalah tanggung jawab bersama.