BALI — Pengumuman itu datang hanya beberapa pekan setelah ayahnya meninggal dunia. Dalam pernyataannya, Messi mengaku pergi dengan ketenangan pikiran dan kebanggaan luar biasa karena telah memberikan momen yang sebelumnya hanya mimpi bagi publik Argentina.
"Aku pergi dengan ketenangan pikiran dan kebanggaan karena telah memberikan kalian—bersama rekan-rekan setimku—momen-momen yang dulu hanya kita impikan. Sungguh pengalaman luar biasa menjalani ini bersama kalian semua. Aku sayang kalian!" tulis Messi.
Perjalanan Messi bersama Timnas Argentina dimulai pada 17 Agustus 2005. Dari laga debut itu hingga pertandingan terakhirnya, ia menjelma menjadi tulang punggung Albiceleste dengan torehan 207 penampilan, 125 gol, dan 68 assist.
Di level turnamen, koleksi trofinya terbilang lengkap. Dua gelar Copa America dan satu titel Piala Dunia berhasil dipersembahkan untuk negaranya, menutup periode kelam tanpa trofi selama bertahun-tahun.
Konsistensi Messi di panggung terbesar sepak bola tidak ada tandingannya. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia, dari 2006 hingga 2022. Ia juga satu-satunya yang berhasil mencetak gol di lima edisi berbeda: 2006, 2014, 2018, 2022, dan 2026.
Dari sisi statistik di Piala Dunia, Messi memegang rekor penampilan terbanyak dengan 34 laga, kemenangan terbanyak dengan 23 kali, serta assist terbanyak dengan 12 umpan gol.
Bukan cuma di Piala Dunia, Messi juga mendominasi catatan sejarah di level benua. Ia menjadi pemain dengan penampilan terbanyak di Copa America sepanjang masa dengan 39 laga.
Di kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL, Messi juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan 36 gol. Ia sejajar dengan Ivan Hurtado dari Ekuador sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di ajang tersebut, yakni 72 laga.
Dengan pensiunnya Messi, Argentina kehilangan satu-satunya pemain yang mampu menyatukan harapan publik. Ia meninggalkan warisan berupa standar baru di Timnas: tidak sekadar bermain, tetapi menang.
"Sungguh pengalaman luar biasa menjalani ini bersama kalian semua," ucap Messi menutup pernyataannya, meninggalkan Argentina yang kini harus membayangkan hidup tanpa nomor 10 di lapangan.