SINGARAJA — Masyarakat Bali diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu, menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan di luar ruangan, perjalanan darat, hingga kegiatan di wilayah pesisir.
BMKG secara berkala memantau perkembangan cuaca dan menerbitkan informasi peringatan dini apabila terdapat potensi cuaca ekstrem. Untuk periode Agustus 2026, BBMKG Wilayah III Denpasar menyebut tiga kabupaten yang perlu diwaspadai: Bangli, Karangasem, dan Buleleng.
Angin Kencang Bisa Tumbangkan Pohon dan Terbangkan Material Ringan
Salah satu risiko utama angin kencang adalah tumbangnya pohon, terutama yang berada di pinggir jalan, kawasan permukiman, atau area dengan struktur tanah kurang stabil. Pengendara yang melintas di daerah banyak pepohonan diminta ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan bila jarak pandang mulai terganggu.
Masyarakat juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar saat angin bertiup kencang. Selain pohon, benda-benda ringan seperti atap rumah, papan reklame, dan baliho yang tidak terpasang kuat berpotensi beterbangan dan membahayakan orang di sekitarnya.
Nelayan dan Penumpang Kapal Diminta Pantau Gelombang Laut
Potensi angin kencang juga berdampak pada aktivitas di laut. BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan tinggi gelombang yang dapat mencapai dua meter atau lebih di sejumlah perairan, termasuk Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, dan perairan selatan Bali.
Nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa transportasi laut diminta memperhatikan kondisi ini sebelum berangkat. Khusus bagi pengguna penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, imbauan serupa telah disampaikan mengingat cuaca ekstrem di Selat Bali berpotensi berlangsung hingga akhir bulan ini.
Langkah Antisipasi dan Sumber Informasi yang Perlu Dipantau
BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial, sebab perubahan cuaca bisa berlangsung cepat. Informasi resmi dari BMKG menjadi rujukan utama yang perlu dipantau secara berkala.
Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain memeriksa kondisi atap rumah, pagar, dan papan reklame di lingkungan sekitar. Saat angin bertiup semakin kuat, warga yang berada di luar rumah sebaiknya segera mencari tempat aman dan menghindari area dekat pohon besar, tiang listrik, atau bangunan yang berpotensi rusak.
Kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak selalu bisa diprediksi secara pasti di setiap lokasi. Dengan mengikuti arahan BMKG dan menyesuaikan aktivitas, risiko dampak angin kencang di Bali dapat ditekan.