Sebanyak 100 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan resmi mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara angkatan I tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini digelar di Lapangan Dwi Warna Purwa Cendikia Wusana atau Lapangan Hitam Rindam IX/Udayana, mulai 6 hingga 11 September 2026.
TABANAN — Sebanyak 100 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan resmi mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara angkatan I tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini digelar di Lapangan Dwi Warna Purwa Cendikia Wusana atau Lapangan Hitam Rindam IX/Udayana, mulai 6 hingga 11 September 2026.
Diklat ini menyasar pejabat pimpinan tinggi, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemkab Tabanan. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka langsung kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa aparatur adalah bagian dari kekuatan bangsa, bukan sekadar pelaksana administrasi pemerintahan.
Bupati Gede Sanjaya menekankan, semangat bela negara bagi ASN tidak selalu diwujudkan melalui aksi fisik. Menurutnya, bentuk nyata pengabdian itu justru tampak dari sikap sehari-hari dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kita adalah aparatur pemerintah, bukan hanya pemegang jabatan atau pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi bagian dari kekuatan bangsa yang setiap hari hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Disiplin bekerja, kejujuran mengemban amanah, keberanian mengambil keputusan yang benar, loyalitas kepada negara, hingga upaya menjaga persatuan disebut sebagai wujud konkret bela negara di lingkungan birokrasi.
Di tengah perubahan cepat dan kompleksitas tantangan pemerintahan, orang nomor satu di Tabanan itu menilai aparatur tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. ASN dituntut memiliki karakter kuat, integritas, kedisiplinan, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta jiwa kepemimpinan.
Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk aparatur yang lebih solid, peduli, dan bertanggung jawab. “Di sinilah tempat untuk menimba ilmu kedisiplinan, membangun kerja sama, gotong royong, dan kebersamaan. Kalau semuanya dilakukan dengan kolaborasi, gotong royong, kerja sama, dan disiplin, saya yakin ASN Kabupaten Tabanan akan semakin maju dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati Sanjaya mengungkapkan, pelaksanaan diklat di Rindam IX/Udayana telah lama dinantikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan ASN sebagaimana arahan presiden yang diterimanya bersama wakil bupati setelah dilantik.
Dia menyebut, pelaksanaan diklat ini menjadi yang perdana di Bali. Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya bekal dalam menjalankan tugas kepemimpinan.
“Pemimpin harus hadir di depan sebagai teladan, di tengah sebagai penggerak, dan di belakang sebagai pemberi kekuatan,” imbuhnya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sastera Wibawa, melaporkan bahwa diklat ini bertujuan meningkatkan pemahaman nilai-nilai bela negara sekaligus membentuk aparatur yang disiplin, berintegritas, bertanggung jawab, dan loyal. Kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat mental, karakter, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Sebanyak 10 materi telah disiapkan selama pelaksanaan diklat. Materi tersebut mencakup pembekalan dan pemahaman nilai-nilai bela negara, pembinaan mental dan karakter, hingga kegiatan fisik dan ketangkasan.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas aparatur serta pelayanan publik di Kabupaten Tabanan,” tambahnya.
Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Kepala BKPSDM menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan atas ide, gagasan, dan dukungan yang diberikan, serta kepada Komandan Rindam IX/Udayana beserta seluruh instruktur dan pelatih yang mendukung pelaksanaan diklat.