BALI — Penyelam muda asal Wales, Iestyn Morgan, merekam kemunculan ubur-ubur surai singa (Cyanea capillata) berukuran sekitar 10-15 meter di dekat Pantai Trefin, Pembrokeshire. Ini menjadi penampakan pertama spesies yang biasanya hidup di perairan dingin Skotlandia itu di Wales. Rekaman tersebut menyorot pergeseran pola sebaran biota laut yang mulai terasa di perairan Inggris.
Ubur-ubur surai singa (Cyanea capillata) terekam di perairan Wales oleh seorang penyelam berusia 21 tahun yang juga aktivis konservasi, Iestyn Morgan. Morgan memperkirakan panjang hewan tersebut mencapai 10-15 meter, atau setara dengan ukuran bus maupun gerbong kereta. Ini adalah penampakan surai singa pertama yang pernah ia saksikan di perairan Wales.
Rekaman tersebut dibuat di dekat Pantai Trefin, Pembrokeshire. Morgan awalnya hanya melihat tentakel-tentakel yang muncul saat ia berenang, lalu menyadari jumlah dan ukurannya terus bertambah hingga mendekatinya.
Morgan sempat mengira objek yang ia lihat adalah ubur-ubur kompas (Chrysaora hysoscella), spesies asli perairan Inggris. Anggapan itu berubah ketika ia menyadari ukuran hewan tersebut jauh lebih besar dari yang biasa ia jumpai.
"Panjangnya pasti sama dengan bus atau gerbong kereta. Aku tidak percaya betapa besarnya itu," kata Morgan, seperti dilansir BBC.
Ubur-ubur surai singa umumnya lebih sering ditemukan di perairan dingin sekitar lepas pantai Skotlandia. Kemunculannya di Wales pada akhir musim panas atau musim gugur memang pernah tercatat, tetapi bukan habitat utama spesies ini.
Wildlife Trusts menyebut nama surai singa dipilih karena ubur-ubur ini memiliki tentakel panjang yang tampak indah namun bisa menyengat, serupa singa yang elok tapi berbahaya. Ubur-ubur surai singa masuk dalam daftar hewan terpanjang di Bumi.
Diameter tubuhnya dapat tumbuh hingga 3 meter, sementara tentakel yang dipakai menangkap mangsa bisa memanjang sampai 30-36,5 meter atau lebih. Panjang inilah yang membuat penampakannya di perairan Wales terasa luar biasa.
Ahli biologi kelautan University of Southampton, Dr. Cathy Lucas, menilai video rekaman Morgan menunjukkan betapa luar biasanya panjang ubur-ubur tersebut. Menurutnya, tentakel yang sangat panjang dan halus membuat hewan ini sulit terlihat mata.
"Tentakelnya sangat panjang dan halus, sehingga mungkin tidak mudah terlihat mata," kata Lucas.
Lucas mengingatkan bahwa tentakel halus itu bisa menyengat tanpa disadari karena tidak terlihat. Sengatan tersebut juga masih terasa bahkan ketika tentakel sudah putus. Meski begitu, ia menegaskan ubur-ubur ini tidak berbahaya atau mematikan.
"Jangan menyentuh mereka dan jika ada sedikit tentakel yang mengenai kulit Anda, singkirkan dengan tongkat dan cuci dengan air hangat untuk menetralkan," kata Lucas.
Morgan bersyukur bisa melihat semakin banyak ubur-ubur masuk ke perairan Wales saat ia melakukan pengambilan gambar. Ia juga memperhatikan spesies air hangat yang semakin beragam di kawasan tersebut.
Beberapa minggu sebelumnya, Morgan memasang kamera dan merekam ikan Triggerfish, spesies asli Mediterania. Ia mengaku tidak melakukan pengamatan lebih intensif pada musim panas untuk membandingkan, tetapi catatan visualnya menunjukkan perubahan komposisi biota laut.
Morgan menyebut pembuatan kontennya bertujuan membuat lingkungan perairan lebih mudah diakses masyarakat. Ia memastikan aktivitasnya tidak menyakiti biota laut.
"Saya tidak ingin memburu hewan atau semacamnya. Saya hanya masuk ke air, merekam, dan berenang," katanya.
Penampakan surai singa di Wales menambah daftar catatan pergeseran sebaran spesies laut di perairan beriklim sedang. Bagi penyelam dan pengamat biota laut, kejadian ini menjadi pengingat untuk mengenali jenis ubur-ubur sebelum mendekat, terutama spesies bertentakel panjang yang sulit terlihat di dalam air.
Ubur-ubur surai singa tetap tercatat sebagai spesies dengan habitat utama di perairan dingin Skotlandia. Kemunculannya di Wales pada musim gugur menunjukkan pola kunjungan musiman yang perlu dipantau lebih lanjut oleh peneliti kelautan.