SINGARAJA — Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan pelestarian seni tradisi tidak cukup berhenti pada menjaga artefak masa lalu. Lewat perlombaan bertema "Penguatan Jati Diri dalam Upaya Memperkuat Identitas Bangsa" dengan subtema "Lestarilah Budayaku", generasi muda Buleleng diajak terlibat langsung menghidupkan warisan leluhur.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meninjau langsung jalannya perlombaan di Wantilan Sasana Budaya Singaraja. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ajang seni tradisional tersebut.
Apa Saja yang Dilombakan?
Perlombaan melibatkan perwakilan generasi muda dari 9 kecamatan se-Kabupaten Buleleng. Dua cabang seni tradisional utama yang dipertandingkan yakni lomba membuat atau menatah wayang untuk peserta usia 15–25 tahun.
Cabang kedua adalah lomba seni prasi, yakni menggambar di atas daun lontar, dengan batas usia maksimal 25 tahun. Kedua cabang menuntut kreativitas sekaligus ketelitian tinggi dari para peserta.
Wabup: Pelestarian Budaya Tanggung Jawab Bersama
Gede Supriatna menilai pelestarian kebudayaan tidak cukup sekadar menjaga artefak peninggalan masa lalu. Menurutnya, warisan budaya harus dihidupkan melalui keterlibatan aktif generasi muda.
"Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Saya sangat mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda kita dalam perlombaan seni wayang dan prasi ini," ujar Wabup Gede Supriatna.
Wabup menambahkan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda. Kemajuan zaman dan teknologi, katanya, harus tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi lokal.
Wayang dan Prasi sebagai Penanda Identitas
Lewat kreativitas dan ketelitian para remaja Buleleng, seni wayang maupun prasi tidak hanya berhenti sebagai pajangan karya seni visual semata. Keduanya menjadi penanda identitas, warisan peradaban, serta benteng penguat jati diri bangsa.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen terus menyediakan ruang ekspresi dan pembinaan seni budaya secara konsisten. Langkah itu ditempuh guna mencetak generasi penerus yang berkarakter dan bangga akan warisan leluhurnya.