IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Melemah, BNI Sekuritas Pilih Enam Saham

Penulis: Xander Situmorang  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:03:31 WIB
IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026) setelah sebelumnya ditutup naik 0,94 persen ke level 5.328,36.

BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak datar dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup naik 0,94 persen ke level 5.328,36. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menempatkan support di rentang 5.150-5.200 dan resistance pada 5.400-5.480. Dari proyeksi tersebut, Fanny menyusun enam saham pilihan untuk dicermati pelaku pasar.

Rekomendasi BNI Sekuritas tertuang dalam riset harian yang dirilis Kamis (22/10/2026). Enam saham yang masuk daftar pilihan adalah AMMN, DSSA, INCO, MAPA, KLBF, dan PGEO.

Proyeksi pelemahan itu muncul meski IHSG baru saja mencatat kenaikan 0,94 persen ke 5.328,36 pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan indeks pada sesi tersebut ternyata tidak diikuti aliran dana asing yang positif.

Net Sell Asing Rp528 Miliar di Tengah Kenaikan Indeks

Di balik kenaikan IHSG, investor asing justru membukukan net sell Rp528 miliar. Tekanan jual terbesar dari asing terkonsentrasi pada BMRI, ANTM, TLKM, BBRI, dan AADI.

Pola ini menunjukkan kenaikan indeks lebih banyak ditopang aksi beli domestik ketimbang masuknya dana asing baru. Bagi pelaku pasar, arus keluar dana asing menjadi sinyal yang perlu dicermati karena biasanya menekan likuiditas dan memperbesar volatilitas harian.

Fanny Suherman menilai indeks saham berpotensi melemah dengan pergerakan yang mendatar. "IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah hari ini," tulisnya dalam riset, Kamis (22/10/2026).

Batas Support dan Resistance Jadi Acuan Sesi

Riset BNI Sekuritas mematok support IHSG di rentang 5.150-5.200. Sementara itu, resistance berada di level 5.400-5.480.

Rentang tersebut memberi gambaran ruang gerak indeks pada sesi hari ini. Selama IHSG bertahan di atas area support 5.150-5.200, tekanan jual dinilai masih terkendali. Sebaliknya, penembusan ke bawah level itu membuka peluang pelemahan lebih dalam.

Di sisi atas, level 5.400-5.480 menjadi zona yang perlu ditembus agar indeks keluar dari fase sideways. Kenaikan 0,94 persen pada sesi sebelumnya menempatkan IHSG cukup dekat dengan batas bawah resistance tersebut.

Enam Saham Pilihan BNI Sekuritas

Dari proyeksi sideways cenderung melemah, BNI Sekuritas menyaring enam saham yang dinilai layak dicermati. Daftar ini mencakup emiten dari sektor logam, energi, hingga konsumen.

  • AMMN — emiten logam dan mineral
  • DSSA — emiten pertambangan
  • INCO — produsen nikel
  • MAPA — ritel dan gaya hidup
  • KLBF — farmasi dan kesehatan
  • PGEO — energi panas bumi

Komposisi tersebut menunjukkan preferensi pada saham berbasis komoditas dan energi, sejalan dengan tekanan jual asing yang sebelumnya terkonsentrasi di saham perbankan dan telekomunikasi seperti BMRI, BBRI, dan TLKM.

Yang Perlu Dicermati Investor Hari Ini

Bagi investor jangka pendek, rentang support dan resistance menjadi acuan utama dalam menentukan titik masuk maupun keluar. Pergerakan sideways umumnya menyulitkan strategi mengikuti tren, sehingga disiplin pada level harga menjadi kunci.

Arus dana asing juga layak dipantau. Bila net sell berlanjut pada sesi hari ini, tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar berpotensi menahan laju indeks meski secara teknikal IHSG masih bertahan di atas support.

Riset BNI Sekuritas ini bersifat rekomendasi riset harian, bukan jaminan hasil. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing pelaku pasar dengan mempertimbangkan profil risiko dan horizon investasinya.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top