Pencarian

Saham GOTO Rebound 7,14% ke Rp 30 Usai Empat Hari ARB Beruntun

Senin, 05 Oktober 2026 • 08:04:31 WIB
Saham GOTO Rebound 7,14% ke Rp 30 Usai Empat Hari ARB Beruntun
Saham GOTO ditutup naik 7,14% ke Rp 30 pada perdagangan Jumat (2/10).

BALI — Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup melonjak 7,14% ke Rp 30 pada perdagangan Jumat (2/10), menandai rebound pertama sejak empat hari berturut-turut menyentuh auto rejection bawah (ARB) di level Rp 28. Kapitalisasi pasar emiten teknologi itu kembali ke Rp 34,22 triliun, ditopang realisasi program buyback senilai maksimal Rp 3,5 triliun yang disetujui pemegang saham untuk periode 2026–2027.

Pergerakan saham GOTO akhir pekan lalu menjadi yang pertama tanpa menyentuh batas ARB sejak Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka "gembok gocap" pada 28 September 2026. Antrean jual yang sebelumnya menumpuk di harga Rp 28 mulai terserap, memberi ruang bagi harga untuk menemukan keseimbangan baru.

Rebound tersebut berlangsung di tengah realisasi program pembelian kembali saham yang telah mendapat restu pemegang saham. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, manajemen GOTO menyebut aksi buyback dapat dilakukan selama 12 bulan, mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Amunisi Buyback Rp 3,5 Triliun Masih Panjang

Dengan periode yang masih tersisa hampir sembilan bulan, GOTO memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelian kembali saham dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan modal kerja, dan posisi keuangan perusahaan. Manajemen menyebut buyback memberi ruang untuk mengoptimalkan struktur modal.

"Implementasi dari buyback saham oleh perseroan akan bergantung pada keputusan manajemen, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global dan nasional terkini beserta segala dinamika yang terjadi pada saat ini," tulis manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/10).

Manajemen juga menyinggung potensi dampak perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait kegiatan usaha perseroan, kepentingan GOTO, hingga upaya memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham.

Analis MNC Sekuritas: GOTO Masuk Area Bottoming

Equity Research Analyst MNC Sekuritas, Christian Immanuel Sitorus, menyoroti tiga faktor yang membuat saham GOTO mulai menarik dicermati: hilangnya antrean jual ARB, tingginya volume transaksi, dan amunisi buyback yang masih tersedia.

Menurut Christian, koreksi GOTO dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dan penyesuaian mekanisme perdagangan, bukan perubahan fundamental bisnis perusahaan.

"Kalau melihat level harganya sekarang, terlihat GOTO sudah memasuki area bottoming," ungkap Christian dalam analisisnya, dikutip Senin (5/10).

Dia menambahkan tekanan jual yang sebelumnya sangat besar mulai terserap dan antrean ARB telah lepas. Gap antara harga saham dan fundamental GOTO dinilai sudah terlalu lebar, sehingga pada level harga saat ini saham GOTO terbilang sangat terdiskon.

"Jadi ketika tekanan jual mulai mereda, ruang untuk rebound menjadi semakin terbuka," ucap Christian.

Fundamental: Dua Kuartal Berturut-turut Cetak Laba

Dari sisi kinerja keuangan, GOTO telah membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut pada 2026. Laba bersih tercatat Rp 171 miliar pada kuartal pertama dan meningkat menjadi Rp 252 miliar pada kuartal kedua.

Pertumbuhan bisnis juga masih berlanjut. Pada kuartal kedua 2026, pendapatan bersih GOTO tumbuh sekitar 31% secara tahunan menjadi Rp 5,7 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan untuk pertama kalinya menembus Rp 1 triliun.

GoTo mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Proyeksi itu menjadi salah satu acuan analis dalam menilai apakah rebound harga saham GOTO bisa berlanjut atau hanya bersifat teknis jangka pendek.

Penafian: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks