Gubernur Koster Gandeng Korea Selatan Konversi Kendaraan Fosil ke Listrik di Bali Tanpa Bebani Biaya Warga

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:31:31 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster membuka peluang kerja sama dengan Korea Selatan untuk percepatan transisi energi bersih di Bali.

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster membuka peluang kerja sama dengan Korea Selatan untuk mempercepat transisi energi bersih di Pulau Dewata. Salah satu terobosan yang diusulkan adalah konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik berbasis baterai lewat skema kemitraan pihak ketiga.

Skema itu dirancang agar pemilik kendaraan tidak menanggung biaya konversi. Koster menyebut pihak ketiga yang tertarik akan dilibatkan langsung dalam proses pengalihan teknologi tersebut.

“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban biaya bagi pengguna,” ujar Koster dalam pertemuan di Jayasabha, Denpasar.

Hibah 11 Bus Listrik Jadi Pemicu Kerja Sama

Langkah ini menyusul penyerahan hibah dari Pemerintah Republik Korea berupa 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian kendaraan listrik kepada Pemprov Bali pada Kamis (22/10/2026). Fasilitas itu menjadi modal awal pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Bali.

Koster menegaskan Pemprov Bali terus mengakselerasi kebijakan Bali Mandiri Energi berbasis sampah dan energi bersih. Konversi kendaraan fosil disebut sebagai salah satu target terobosan dalam kerangka kebijakan tersebut.

AI Korea Ditawarkan untuk Tata Kelola Pariwisata dan Lalu Lintas

Selain transportasi hijau, pertemuan itu membahas pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) asal Korea Selatan. Koster menilai AI relevan untuk meningkatkan tata kelola kepariwisataan, manajemen lalu lintas, hingga penguatan produk IKM dan UMKM Bali.

“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” imbuh Koster.

Kerja sama juga menyentuh sektor industri kreatif. Koster berharap kesuksesan industri musik K-Pop menembus pasar global bisa menjadi inspirasi bagi seniman dan perajin kriya lokal Bali.

Korea Selatan Targetkan Net Zero Emission 2050

Duta Besar Korea Selatan Yoon Soon-gu menilai Bali sebagai mitra paling ideal untuk pengembangan teknologi ramah lingkungan. Pemerintah Korea Selatan menargetkan netralitas karbon atau net zero emission pada 2050.

Dubes Yoon menyebut kerja sama itu mencakup teknologi ramah lingkungan, daur ulang sampah, serta transportasi publik perkotaan. Ia juga mengapresiasi komitmen Koster menjaga kelestarian lingkungan, adat, dan tradisi Bali di tengah masifnya pembangunan fisik.

“Dalam pengelolaan pariwisata yang berdaya saing, keamanan juga harus menjadi prioritas. Saya berharap berbagai instansi terkait di Bali terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keamanan bersama,” tegas Dubes Yoon.

Konsulat Korea Selatan Segera Dibuka di Bali

Untuk melindungi wisatawan dan warga Korea Selatan yang tinggal di Bali, Pemerintah Korea Selatan berencana membuka kantor konsulat di Pulau Dewata. Rencana itu disampaikan langsung Dubes Yoon dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan di Jayasabha ditutup dengan pertukaran cinderamata. Koster menyerahkan Kain Tenun Tradisional Rangrang khas Nusa Penida kepada Dubes Yoon Soon-gu.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: kabarbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top