Museum Yadnya Mengwi Dibuka, Ida Cokorda Mengwi XIII Minta Pemkab Badung Hadirkan Terobosan Tarik Wisatawan

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:32:01 WIB
Gedung Museum Yadnya di Mengwi resmi dibuka untuk pengunjung.

MANGUPURA — Pembangunan fisik Museum Yadnya yang dimulai pada 2025 telah selesai dan gedungnya kini dibuka untuk pengunjung. Meski begitu, penyajian isi museum belum final: Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung masih melakukan kurasi koleksi dan menyiapkan konsep penyajian yang lebih menarik.

Penataan di bagian depan gedung sudah terlihat. Di dalam, pengunjung bisa melihat patung yang mengenakan pakaian adat Bali untuk berbagai keperluan upacara seperti pernikahan dan potong gigi. Lantai dua memuat rangkaian prosesi kehidupan umat Hindu, dari upacara megedong-gedongan, tiga bulanan, potong gigi, pernikahan, hingga prosesi kematian dan pengabenan.

Ida Cokorda Mengwi XIII: Museum Harus Jadi Ruang Pembelajaran, Bukan Cuma Tujuan Wisata

Raja Puri Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII menilai Museum Yadnya punya potensi melengkapi daya tarik wisata sekaligus memperkuat pelestarian budaya Bali. Menurutnya, museum milik Pemkab Badung itu butuh terobosan agar kunjungan wisatawan meningkat.

"Kita berharap adanya museum bisa menunjang wisatawan. Bahkan perlu adanya terobosan-trobosan agar menarik wisatawan," ujarnya.

Ia menegaskan Museum Yadnya tidak seharusnya hanya menyasar wisatawan asing. Museum perlu menjadi bagian dari kawasan budaya yang menjaga, mengenalkan, dan mewariskan tradisi, khususnya prosesi yadnya di Badung.

"Museum itu harus ada, museum ogoh-ogoh, museum subak, museum Yadnya. Karen museum tidak hanya untuk wisatawan, untuk kita pun sangat bermanfaat untuk pembelajaran pada diri kita," tegasnya.

Peluang Kolaborasi dengan Pura Taman Ayun yang Berstatus Warisan Dunia UNESCO

Museum Yadnya dapat terintegrasi dengan Pura Taman Ayun yang telah menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO. Kolaborasi itu dinilai berpeluang memperluas pengalaman wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Mengwi.

Ida Cokorda Mengwi XIII menyadari pola perjalanan wisatawan tidak bisa diatur sepenuhnya. Karena itu, pengelola perlu menghadirkan daya tarik unik agar pengunjung tertarik datang ke museum.

"Harapan saya begitu, tapi kita mengatur wisatawan itu kan tidak bisa seperti maunya kita. Apa dia harus kesana (Museum) sebelum ke Taman Ayun, atau kesana kemari. Namun kita harus bisa memberikan sesuatu yang unik agar wisatawan itu tertarik," imbuhnya.

Koleksi Masih Dikurasi, Dinas Kebudayaan Siapkan Konsep Penyajian Modern

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana mengakui koleksi dan penyajian museum masih dalam tahap kurasi. Setelah pembangunan fisik selesai, Pemkab Badung menyiapkan konsep penyajian yang lebih menarik dan modern.

"Renovasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi Museum Yadnya sebagai pusat edukasi dan informasi kebudayaan Bali," katanya.

Perbaikan sarana pendukung dan informasi mengenai koleksi yang dipamerkan menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Keduanya menentukan seberapa lama pengunjung betah berada di dalam museum, bukan sekadar mampir mengambil foto di halaman depan.

Reporter: Usman Harun
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top