TABANAN — Laporan kehilangan diterima Polsek Selemadeg Barat setelah anak korban, I Nyoman Alit (57), menemukan sejumlah barang milik ibunya berserakan di tegalan sekitar 200 meter timur rumah. Barang yang ditemukan meliputi baju adat, handuk, dan beberapa kain kasa. Ni Wayan Natri diketahui memiliki riwayat linglung akibat faktor usia.
Berawal dari Rutinitas Pagi di Kandang Kambing
Alit bangun sekitar pukul 04.00 WITA dan masih melihat ibunya terjaga di rumah. Setengah jam kemudian, ia pergi ke kandang untuk memberi makan kambing. Sekembalinya ke rumah, sang ibu sudah tidak ada. Alit sempat bertanya kepada istrinya, tetapi tidak mendapat keterangan soal kepergian Mbah Mardi.
Pencarian mandiri langsung dilakukan bersama warga. Temuan baju adat dan handuk di tegalan itu yang kemudian mendorong Alit melaporkan kejadian ke Polsek Selemadeg Barat.
Penyisiran Hari Pertama Terhenti karena Hujan dan Medan Gelap
Personel piket Polsek Selemadeg Barat bersama warga menyisir tegalan dan kebun di sekitar lokasi. Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menyampaikan bahwa pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.
Operasi dihentikan sementara pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WITA karena cuaca hujan dan kondisi medan mulai gelap. "Hingga pencarian dihentikan pada Sabtu sore, keberadaan Ni Wayan Natri alias Mbah Mardi belum diketahui hingga saat ini," jelas Iptu Wiwik dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Pencarian Lanjutan Diperluas ke Tim SAR dan BPBD Tabanan
Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut pada Minggu (25/10/2026). Kali ini personel Tim SAR Polres Tabanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan diterjunkan untuk memperluas area penyisiran.
Warga di sekitar Banjar Dinas Tegal Kontang diminta turut memantau keberadaan lansia tersebut. Medan tegalan dan kebun yang cukup luas di Selemadeg Barat menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.