BALI — Pemerintah menargetkan proses perizinan proyek Chip Merah Putih mulai masuk tahap harmonisasi pada 11 November, setelah Badan Pengelola BUMN menyampaikan kesiapan mengajukan izin prakarsa. Pengembangan semikonduktor nasional ini melibatkan kementerian, BUMN, dan perguruan tinggi, dengan sandbox desain chip Peruri sebagai fondasi awal. Ketergantungan impor komponen chip membuat urgensi proyek ini makin terasa bagi industri elektronik dan keamanan data nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pengembangan Chip Merah Putih harus berjalan terarah, mencakup penyiapan ekosistem desain, riset, dan sumber daya manusia. Menurut dia, Badan Pengelola BUMN sudah menyampaikan kesiapan mengajukan izin prakarsa dalam pertemuan terakhir.
"Dari pertemuan terakhir, sudah disampaikan kesiapan dari BP BUMN untuk mengajukan izin prakarsa. Hari ini kita akan mendengar perkembangan terbaru dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dilengkapi. Target sebelumnya adalah 11 November, paling tidak prosesnya sudah mulai masuk tahap harmonisasi," kata Brian dalam keterangannya, Senin (2/11), dikutip dari Antara.
Langkah awal ekosistem Chip Merah Putih dimulai lewat peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) pada 27 Juli 2026. Fasilitas di Gedung Subono Mantofani, Kantor Peruri, Jakarta, itu dibuka untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi perancangan chip.
Chip sendiri merupakan komponen inti berbagai perangkat elektronik dan layanan digital, mulai dari paspor elektronik, kartu identitas, hingga kartu pembayaran. Komponen ini berperan menjaga keamanan data yang tersimpan di perangkat maupun dokumen elektronik.
Namun, kemampuan merancang chip di Indonesia masih terkendala terbatasnya tenaga ahli, mahalnya perangkat kerja, dan minimnya akses fasilitas praktikum. Sandbox hadir sebagai lingkungan eksperimen digital gratis lewat peramban web, sehingga mahasiswa, peneliti, pelaku industri, hingga perusahaan rintisan bisa mempelajari dan menguji rancangan chip tanpa biaya produksi fisik.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko menyebut fasilitas tersebut sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Menurut dia, perancangan chip mandiri menjaga standar keamanan dokumen dan data strategis bangsa dari ancaman siber.
"Melalui perancangan chip secara mandiri, PERURI berkomitmen menghadirkan standar keamanan tertinggi untuk melindungi dokumen serta data strategis bangsa dari ancaman siber, sekaligus mendorong efisiensi devisa dan memperkokoh posisi Indonesia di ekosistem semikonduktor global," kata Teguh dalam keterangan resmi Peruri, Senin (27/7).
Per perkembangan terbaru yang disampaikan Kemdiktisaintek pada Senin (2/11), pengembangan Chip Merah Putih sudah mencapai tahap penyiapan ekosistem desain bersama sejumlah mitra. Sandbox desain chip telah dipakai dalam kegiatan hackathon yang diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi dengan 338 mahasiswa.
Pemerintah juga mendorong penelitian semikonduktor lewat kerja sama dengan sejumlah kampus. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyampaikan salah satu program penelitian ditargetkan selesai pada Mei 2028, dengan hasilnya diharapkan menjadi fondasi kemampuan desain chip nasional.
Pengembangan diarahkan pada sejumlah jenis chip dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomi. Peta jalan yang disiapkan mencakup pengembangan desain sekaligus kemungkinan melangkah ke tahap fabrikasi atau pembuatan chip secara fisik.
Artinya, laporan terkini masih berfokus pada pembangunan kemampuan desain, riset, dan penyiapan ekosistem pendukung sebelum kemungkinan memasuki produksi. Pemerintah turut memperhitungkan kebutuhan tenaga ahli untuk menopang industri tersebut.
Dari sisi industri, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai semikonduktor punya pengaruh besar terhadap persaingan teknologi global. "Chip bukan lagi sekadar produk industri, melainkan komoditas strategis penentu dominasi global," ujar Faisol dalam peluncuran sandbox pada Juli lalu.
Menurut Faisol, pengembangan semikonduktor sejalan dengan rencana pemerintah menyusun peta jalan ekosistem industri chip. Rencana itu termasuk pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau AI Data Center nasional yang membutuhkan chip dalam jumlah besar.
Kerangka kebijakan dan koordinasi antarlembaga masih dibahas untuk memastikan arah pengembangan industri semikonduktor. Target harmonisasi izin prakarsa pada 11 November menjadi penanda awal apakah proyek ini bisa bergerak dari tahap penyiapan ekosistem menuju fase industri yang lebih konkret.