Pencarian

Petani Jembrana Kesulitan BBM untuk Sumur Bor, Pemkab Siapkan Konversi Pompa ke Listrik

Senin, 02 November 2026 • 10:31:02 WIB
Petani Jembrana Kesulitan BBM untuk Sumur Bor, Pemkab Siapkan Konversi Pompa ke Listrik
Petani di Jembrana mengandalkan sumur bor untuk mempertahankan tanaman padi saat kemarau.

NEGARA — Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana I Putu Eka Arta menyatakan sumur bor memang membantu petani mempertahankan tanaman padi selama kemarau. Persoalannya ada di operasional pompa yang bergantung pada BBM. Ketika stok di pasaran kosong, pompa tidak bisa dihidupkan maksimal dan aliran air ke lahan ikut terganggu.

Rekomendasi pembelian BBM sebenarnya sudah diberikan kepada para petani. Namun rekomendasi itu tidak menjamin barang tersedia saat dibutuhkan. Kondisi inilah yang membuat dinas mengevaluasi kesiapan menghadapi kemarau berikutnya.

Mengapa Pompa BBM Jadi Titik Lemah Sumur Bor

Sumur bor selama ini diandalkan petani Jembrana saat debit air bendung menurun. Pompa berbahan bakar solar menjadi penggerak utamanya. Ketergantungan pada satu jenis energi itu membuat pasokan air bergantung pada kelancaran distribusi BBM di tingkat pengecer.

Eka menyebut pihaknya sudah berusaha memaksimalkan peralihan sumur bor dari BBM ke listrik. Harapannya, kemarau berikutnya tidak ada lagi kendala BBM untuk menghidupkan sumur bor.

"Kami sudah berusaha memaksimalkan peralihan sumur bor dari BBM ke listrik. Harapannya, menghadapi musim kemarau berikutnya tidak ada lagi kendala BBM untuk menghidupkan sumur bor," tegas Eka saat dikonfirmasi pada Senin, 2 November 2026.

Delapan Sumur Bor Baru Masih Dikerjakan

Selain konversi energi, pemerintah daerah memperkuat ketersediaan sumber air lewat pembangunan delapan sumur bor baru. Pengerjaannya belum rampung. Program irigasi perpompaan (Irpom) yang dibiayai APBN juga sudah berjalan di wilayah ini.

Penambahan titik air dinilai belum cukup jika tidak dibarengi pengaturan pola tanam. Subak diminta lebih ketat menentukan jadwal dan luas areal tanam. Keputusan itu harus mempertimbangkan kemampuan sumber air, baik dari sumur bor maupun bendung.

Beban Petani di Musim Kemarau

Bagi petani, pompa yang mati bukan sekadar gangguan teknis. Padi yang sudah ditanam di lahan sawah membutuhkan pasokan air rutin. Keterlambatan pengairan beberapa hari saja bisa menurunkan hasil panen atau membuat tanaman kekeringan.

Karena itu, kepastian energi untuk pompa menjadi penentu apakah sumur bor benar-benar berfungsi sebagai penyelamat saat kemarau. Konversi ke listrik diharapkan memutus persoalan yang berulang setiap tahun.

Dinas belum merinci berapa unit pompa yang akan dikonversi maupun sumber anggarannya. Yang jelas, arah kebijakan sudah ditetapkan: mengurangi ketergantungan petani Jembrana pada BBM untuk mengairi sawah.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks